Transfer Prima Tani Lahan Kering Dataran Rendah Beriklim Kering di Desa Banaran Kecamatan Galur Kabupaten Kulon Progo Cetak
Pengkajian BPTP Yogyakarta - Sumberdaya Pertanian
Oleh Ir. A. Musofie, MS, APU   
Senin, 14 Februari 2011 14:08
Program Rintisan dan Akselerasi Pemasyarakatan Inovasi Teknologi Pertanian (Prima Tani) telah dilaksanakan di lokasi pewakil lahan kering Kabupaten Kulon Progo, DIY pada tahun 2007-2009. Tahapan kegiatan pada tahun 2007 adalah Build, 2008 (Operate) dan 2009 (Transfer). Tujuan dari kegiatan : a) Mempercepat waktu, meningkatkan kadar dan memperluas prevalensi adopsi teknologi inovatif yang dihasilkan Badan Litbang; b) Memperoleh umpan balik mengenai karakteristik teknologi tepat-guna spesifik pengguna dan lokasi yang merupakan informasi esensial dalam rangka mewujudkan litbang berorientasi kebutuhan pengguna; c) Membentuk Unit Agribisnis Industrial (UAI) dan Sistem Usahatani Intensifikasi dan Diversifikasi (SUID) yang mencerminkan industri pertanian dan usahatani berbasis IPTEK dan agroekosistem dataran rendah beriklim kering, mencerminkan pengembangan agribisnis lengkap dan padu padan antar subsistem, mempunyai kandungan teknologi dan kelembagaan lokal, dan meningkatkan kesejahteraan petani yang antara lain dicirikan dengan meningkatnya pendapatan petani. Ruang lingkup dan pelaksanaan kegiatan pada tahun 2009 meliputi : 1) Sosialisasi kemajuan hasil kegiatan tahun 2008 dan koordinasi perencanaan/persiapan transfer dengan Tim Koordinasi Kabupaten Kulon Progo, 2) Pendampingan dan diseminasi kegiatan PRIMA TANI dalam rangka penyempurnaan dan mendorong pengembangan inovasi teknologi dan kelembagaan di Desa Banaran, 3) Penyempurnaan dokumen kegiatan PRIMA TANI, 4) Pelaksanaan pertemuan dengan tim koordinasi dan instansi terkait dalam rangka transfer PRIMA TANI, 5) Penyusunan Laporan Akhir Kegiatan PRIMA TANI 2009. Hasil kegiatan yang telah dilakukan adalah : 1) PRIMA TANI sebagai strategi baru yang merupakan implikasi dari perubahan paradigma dari Penelitian dan pengembangan (Research and development) menjadi Penelitian untuk Pembangunan (Research for development) dalam pelaksanaan diseminasi penelitian dan pengkajian, telah dilaksanakan pada pewakil zona lahan kering dataran rendah iklim kering (LKDRIK) di Desa Banaran Kecamatan Galur, Kabupaten Kulon Progo pada periode tahun 2007-2009 melalui penerapan inovasi teknologi dan kelembagaan, 2) Pendampingan dan diseminasi kegiatan PRIMA TANI dalam rangka penyempurnaan dan mendorong pengembangan inovasi teknologi dan kelembagaan di Desa Banaran telah dilakukan selama periode tahun 2007-2009 dengan fokus kegiatan Laboratorium Lapang Agribisnis (LLA) meliputi Laboratorium Lapang Agribisnis Lahan Pasir (kios sarana produksi pertanian, pasar lelang dan perbenihan hortikultura), Lahan Sawah (Perbenihan Tanaman Padi-Kedelai), Lahan Pekarangan (Perbibitan sapi dan produksi pupuk organik), 3) Usahatani pertanian dan peternakan (on farm) mampu meningkatkan produksi, produktivitas, harga produk dan pendapatan petani di lokasi Prima Tani. Berdasarkan analisis Farm Record Keeping pendapatan masyarakat tani telah mampu meningkat dari Rp 5.987.000,-/KK menjadi Rp 8.438.700,-/KK atau meningkat 40,95% dan mampu memberikan kontribusi peningkatan pendapatan wilayah sebesar Rp 3.713.982.000,-, 4) Sosialisasi transfer dan transfer pengawalan Prima Tani Kabupaten Kulon Progo telah dilaksanakan secara formal di tingkat desa/kecamatan dan tingkat kabupaten dengan penandatangan Berita Acara Serah Terima Transfer Pengawalan PRIMA TANI, 5) Para pemangku kepentingan (Pemda tingkat provinsi dan kabupaten) dapat mengadopsi pendekatan PRIMA TANI sebagai model pembangunan pertanian pedesaan dalam kondisi umum, baik pada lokasi yang bersangkutan maupun di wilayah lain yang lebih luas sebagai bentuk replikasi PRIMA TANI yang meliputi beberapa desa atau kecamatan lain, sesuai karakteristik agroekosistem wilayah setempat . Kata Kunci : Prima Tani, Lahan Kering, Dataran Rendah, Iklim Kering, Inovasi Teknologi dan Kelembagaan, Usahatani, Agribisnis, Industri Pedesaan, Kulon Progo