Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Aplikasi Balitbangtan
PPID Kementan
100 Teknologi
WBS
benih jebol
Proquest

Galeri Foto

Kalender Kegiatan

NOEVENTS

Pengkajian BPTP Yogyakarta


Produksi Benih Sumber Varietas Unggul Baru (VUB) Krisan PDF Cetak E-mail
Oleh Administrator   
Selasa, 15 September 2015 11:28

Tujuan kegiatan adalah memproduksi benih sumber dan mendiseminasikan 6 Varietas Unggul Baru hasil kegiatan pemuliaan partisipatif pada Uji Multilokasi krisan tahun 2010, melalui kegiatan produksi benih dan bunga potong 6 varietas unggul baru krisan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) spesifik lokasi Daerah Istimewa Yogyakarta. Keluaran dikenal dan diketahuinya daya hasil dan stabilitas 6 VUB krisan spesifik lokasi di DIY; serta diperolehnya 5.000 benih sumber bermutu berupa stek berakar per varietas unggul krisan. Manfaat Tersedianya benih sumber bagi petani krisan di Yogyakarta. Dampak peningkatan kesejahteraan petani krisan dengan adanya penyediaan benih yang relatif kontinu dan murah. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan mengikutsertakan peneliti, penyuluh, petani dan atau penangkar benih. Data yang dikumpulkan meliputi data produksi, data iklim terutama curah hujan dan suhu maksimum dan minimum, struktur tanah dengan sifat-sifat fisik dan kimia tanah, Peta Rawan Bencana, Peta Ketersediaan Air, Peta Pengembangan Kawasan Agribisnis Hortikultura, yang kesemuanya akan menjadi dasar informasi untuk produksi benih. Perlakuan berbagai jenis pupuk, pupuk kimia, pupuk pelengkap cair (PPC), dan teknik pengendalian hama penyakit menjadi kegiatan harian untuk tercapainya produksi tinggi. Hasil yang diperoleh adalah benih 6 VUB krisan spesifik lokasi dapat diproduksi secara massal di DIY; Kelas benih krisan yang dihasilkan adalah benih sumber (klas FS), berupa stek berakar yang bermutu; Produksi benih FS sebanyak 5.000 stek tercapai.

 
Produksi Benih Sumber Varietas Unggul Baru (VUB) Padi PDF Cetak E-mail
Oleh Administrator   
Selasa, 15 September 2015 11:27

Benih sumber menempati posisi strategis dalam industri perbenihan nasional. Perbenihan formal telah  menghasilkan benih padi bersertifikat sudah dapat memasok sekitar 62% dari kebutuhan benih total. Fungsi benih sebagai pembawa inovasi teknologi (delivery mechanism),  maka benih sampai ke tangan petani harus bermutu dalam arti varietasnya asli (authentic, true-to- variety) dan murni agar mencerminkan sifat unggul dari varietas yang diwakilinya, bersih dan sehat, hidup (viable) serta memiliki vigor yang tinggi sehingga dapat tumbuh baik di lapangan.  Prosedur  produksi benih sumber pada UPBS  untuk mendukung program P2BN (perbenihan nasional dan percepatan diseminasi) bekerja sama degan petani produksen benih.  Pengawasan mutu benih  melalui sertifikasi  oleh Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih (BPSB).  Kegiatan produksi dilakukan melalui  dua  pendekatan yaitu:  Pertama   produksi benih sumber  untuk  mendukung diseminasi VUB  sebanyak  5 varietas  (Inpari 23 Bantul, Inpari 24 Gabusan, Inpogo 8, Inpari 10 dan Inpari 19. Kedua Kegiatan  produksi mendukung perbenihan nasional  sejumlah  13 varietas  (Cimalaya Muncul, Ack Sibundong, Cisadani, Lusi, Ketanggo, Gilirang, Membramo, Mekongga, Cigelis, Cimelati, Ciherang, Logawa dan IR 64.  Hasil produksi benih sumber  mendukung perbenihan nasional  sejumlah  13 varietas  dihasilkan benih kelas  FS dan SS sebanyak   1.496  kg.  Produksi  benih sumber percepatan diseminasi VUB  sejumlah  5 varietas  dihasilkan  benih  8.922 kg.  Produksi benih sumber varietas Inpago 8  kurang berhasil karena banyak CPL (> 17 %), kurang homogen sehingga diperlukan rouging berat. Inpago 8 yang memiliki bentuk tanaman tinggi  daun lebat serta berserekan cenderung mudah roboh (75 %) dan hama burung.

 
Koordinasi Pendampingan Pengembangan Usaha Agribisnis Pedesaan (PUAP) PDF Cetak E-mail
Oleh Administrator   
Selasa, 15 September 2015 11:22

Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan (PUAP) merupakan program terobosan Kementerian Pertanian yang dilaksanakan secara terintegrasi dengan kegiatan Kementerian Pertanian  maupun  Kementrian/Lembaga lain  di bawah  payung  Program PNPM-Mandiri. Program ini telah dilaksanakan mulai tahun 2008 tersebar di 20.504 desa di 33 Provinsi. PUAP merupakan program pemberdayaan petani miskin yang tidak bisa akses mendapatkan pembiayaan  kepada Lembaga Keuangan. PUAP dirancang untuk merobah petani subsistem tradisional menjadi petani petani modern yang berwawasan agribisnis dengan fasilitasi modal usaha  Rp 100 juta/desa / Gapoktan. PUAP merupakan program pemberdayaan dan bukan Bantuan Langsung Tunai (BLT). Dana BLM PUAP adalah dana stimulus penguatan modal bagi Gapoktan yang harus dikelola untuk membiayai usaha ekonomi produktif anggota Gapoktan. Gapoktan PUAP diharapkan dapat tumbuh menjadi lembaga ekonomi/ Lembaga Keuangan Mikro Agribisnis (LKMA). Tujuan Program  PUAP adalah : 1) Menumbuhkembangkan usaha agribisnis untuk mengurangi kemiskinan dan pengangguran di perdesaan, 2) Meningkatkan kemampuan pelaku usaha agribisnis,   pengurus    Gapoktan,  Penyuluh   dan Penyelia   Mitra  Tani, 3) Memberdayakan kelembagaan petani dan ekonomi perdesaan dalam pengembangan kegiatan usaha agribisnis, 4) Meningkatkan fungsi kelembagaan ekonomi petani menjadi jejaring atau mitra lembaga keuangan (Bank dan non-Bank) dalam rangka akses ke permodalan. Di Provinsi D.I.Yogyakarta program ini telah di laksanakan sejak tahun 2008 di 127 desa miskin dan tertinggal yang tersebar di empat Kabupaten yaitu Gunungkidul   35 desa; Sleman 34 desa; Kulon Progo 33 desa dan di Kabupaten Bantul 25 desa, sedangkan tahun 2009 Program PUAP dilaksanakan pada 146 desa miskin yang meliputi: Kabupaten Gunungkidul 45 desa, Sleman 52 desa; Kulon Progo 26 desa dan di Kabupaten Bantul 23 desa. Tahun 2010 program PUAP dilaksanakan pada 46 desa miskin yang meliputi Kabupaten Gunungkidul 20 desa, Kulon Progo 13 desa dan Kabupaten Bantul 13 desa.  Tahun 2011 program PUAP dilaksanakan pada 70 desa miskin yang meliputi  wilayah Kabupaten Gunungkidul sebanyak 47 desa,  Kulon  Progo sebanyak 14 desa dan Kabupaten Bantul 10 desa. Dalam tata  kelola pelaksanaan kegiatan  PUAP, Badan Litbang Pertanian melalui Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian (BBP2TP) dan jajaran Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP), mendapat peran strategis dalam pengawalan teknis di lapangan. Peran utama BPTP pada program PUAP disamping sebagai Sekretariat Tim Pembina PUAP Provinsi juga melaksanakan pendampingan program PUAP. Kegiatan yang dilakukan meliputi : 1) Identifikasi, verifikasi dan penetapan desa dan Gapoktan penerima BLM-PUAP; 2) Pelatihan bagi fasilitator, penyuluh pendamping, pengurus Gapoktan; 3) Penyusunan Dokumen  Administrasi BLM-PUAP oleh Gapoktan Calon Penerima BLM-PUAP; 4) Verifikasi awal Dokumen Administrasi PUAP oleh Tim Teknis Kabupaten/Kota; 5) Verifikasi akhir Dokumen Administrasi oleh Sekretariat Tim Pembina PUAP Provinsi D.I. Yogyakarta;  6) Penyaluran Bantuan Langsung Masyarakat (BLM-PUAP);  7) Pendampingan; 8) Pembinaan dan Pengendalian; 9) Pemantauan, evaluasi dan pelaporan. Pada tahun 2012 direncanakan untuk menyalurkan bantuan PUAP ke desa-desa yang belum teralokasi dana PUAP termasuk pengembangan PUAP di wilayah perkotaan. Berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi di beberapa desa pelaksana PUAP 2008 – 2010 yang telah memperoleh pendampingan teknologi, diperoleh hasil : 1) Penyaluran BLM-PUAP sudah sesuai dengan pola dasar program PUAP yaitu BLM-PUAP disalurkan melalui Gapoktan dan dikelola ditingkat Gapoktan untuk dikembangkan dengan membiayai usaha ekonomi produktif baik secara individu maupun kelompok berdasar Rencana Usaha Anggota (RUA) maupun Rencana Usaha Kelompok (RUK). Usaha yang dibiayai berupa kegiatan usaha ekonomi keluarga petani dibidang pertanian, baik on farm maupun off farm, 2) Pada umumnya BLM-PUAP digunakan sebagai dana stimulan dalam menumbuhkembangkan dana keswadayaan yang dikumpulkan melalui simpanan anggota (simpanan pokok, wajib dan sukarela), yang selanjutnya digunakan untuk penguatan modal usahatani sesuai dengan potensi daerah. Untuk memenuhi standar modal usahatani, pelaksanaan penyalurannya dilakukan secara perguliran baik di tingkat kelompok maupun anggota poktan, 3) Pada umumnya petani telah menguasai teknik budidaya dan pengolahan hasil, sehingga mampu menaikkan produktivitas usahataninya rata-rata 35 % dibidang budidaya dan 65 % dibidang pengolahan hasil,  4) Pengetahuan tentang kewirausahaan dan aspek ekonominya masih dirasakan lemah, 5) Kegiatan usahataninya sebagian besar > 97% masih dilakukan sendiri-sendiri/perorangan termasuk cara memasarkannya, 6) Pemahaman terhadap kegiatan agribisnis masih sepotong-sepotong, usahataninya belum dipandang sebagai suatu sektor bisnis yang sifatnya terpadu, hal ini karena anggota gapoktan belum bekerja dalam suatu Tim yang kompak/solid. Saran untuk peningkatan efektifitas PUAP dan kinerja LKM-A adalah :  1) Pembinaan dan Pengawasan terhadap LKM-A, 2) Pengendalian kredit macet dan insentif kredit lancar, 3) Penguatan modal LKM-A, 4) Peningkatan kinerja Tim Teknis PUAP, 5) Mendorong LKM-A untuk berbadan hukum, 6) Mensinergikan dengan program pemberdayaan lain, 7) Membangun sistem peminjaman yang menguntungkan bagi LKM-A dan anggota, 8) Mengadakan lomba antar LKM-A dan Promosi Gapoktan/LKM-A maju.

 
Pendampingan Kelembagaan Mendukung PSDS/K di Daerah Istimewa Yogyakarta PDF Cetak E-mail
Oleh Administrator   
Selasa, 15 September 2015 11:21

Pendahuluan. Program Swasembada Daging Sapi dan Kerbau tahun 2014 (PSDS/K-2014) merupakan salah satu program utama Kementerian Pertanian terkait dengan upaya mewujudkan ketahanan pangan hewani asal ternak berbasis sumberdaya domestik. Salah satu tujuannya adalah perkembangan populasi dan perbaikan produktivitas sapi potong, serta peningkatan produksi daging sapi sehingga pendapatan dan kesejahteraan peternak, terjaminnya kelestarian lingkungan hidup dan keberlanjutan usaha peternakan. Untuk mencapai tujuan tersebut, kegiatan yang dilakukan BPTP Yogyakarta pada tahun 2013 ini adalah pendampingan kelembagaan terhadap kelompok peternak. Kelompok peternak dimaksud adalah kelompok Makaryo di Dusun Grogol IX Desa Parangtritis Kecamatan Kretek dan kelompok Sumber Makmur di Dusun Jambon Desa Bawuran Kecamatan Pleret Kabupaten Bantul. Lokasi ini ditentukan atas dasar masukan dari Dinas Pertanian Kabupaten Bantul, serta hasil pengamatan secara singkat di wilayah tersebut. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan PSK (pengetahuan, sikap dan keterampilan peternak tentang teknologi mendukung PSDS/K, dan meningkatkan peran kelembagaan peternak mendukung PSDS/K di tahun 2014. Prosedur. Kegiatan dimulai pada bulan Januari sampai dengan bulan Desember 2013. Kegiatan pendampingan menggunakan pendekatan Sekolah Lapang Pembibitan Sapi Potong. Beberapa hal diamati, antara lain pengetahuan, sikap dan keterampilan peternak pada awal dan akhir kegiatan pendampingan, disamping mengamati peran kelompok peternak dalam mencari peluang kerjasama dengan pihak lain yang terkait dengan PSDS/K. Data dan onformasi yang diperoleh, dianalisis secara diskriptif. Hasil kegiatan. Pendampingan teknologi di kelompok Makaryo dan Sumber Makmur sebagai lokasi SL (Sekolah Lapang) pembibitan sapi potong, ternyata dapat meningkatkan pengetahuan, sikap dan keterampilan peternak untuk mendukung PSDS/K. Pendampingan kelembagaan kepada kelompok, dapat meningkarkan peranannya untik mengakses program pemerintah daerah melalui program pengembangan sapi potong. Pendampingan kelembagaan kepada kelompok, dapat memfungsikan kelompok sebagai unit usaha pakan ternak untuk memenuhi kebutuhan pakan kepada anggota kelompok serta anggota di luar kelompoknya.

 
Pendampingan Teknologi Pembibitan dan Penggemukan Sapi Potong di Daerah Istimewa Yogyakarta PDF Cetak E-mail
Oleh Administrator   
Selasa, 15 September 2015 11:20

Kegiatan pendampingan  pembibitan dan penggemukan sapi potong dilaksanakan melalui  penerapan teknologi di Laboratorium Lapang dan temu lapang. Sebagai Laboratorium lapang adalah Kelompok  tani Ngudi Mulyo , Wonolelo, Depok, Pleret, Bantul dan Kelompok Makaryo, Grogol, Parangtritis, Ktetek, Bantul.  Teknologi pembibitan dan penggemukan sapi potong yang diterapkan meliputi perbaikan pakan induk dengan hijauan gamal, perbaikan pakan induk bunting tua dengan hijaun leguminosa dan konsentrat, pemberian pakan tambahan pada pedet  dengan menir kedelai serta penggemukan sapi bakalan. Hasil  penerapan teknologi menunjukkan rerata pertambahan bobot badan induk yang diberi perbaikan pakan adalah 0,65 kg/hari;  rerata bobot lahir pedet pada perbaikan pakan induk bunting tua 28,35 kg dan rerata pertambahan bobot badan pada penggemukan sapi bakalan 0,7 kg/hari dengan keuntungan Rp 1.096.000/ekor/3 bulan  (penjualan hasil penggemukan dilakukan pada hari raya Idul Adha). Temu Lapang dilakukan pada akhir kegiatan dengan mengundang kelompok peternak di Kabupaten Bantul dan instansi terkait.

 

Warning: Illegal string offset 'active' in /var/vhosts/yogya/public/ind/templates/Template_Ver2.1/html/pagination.php on line 129

Warning: Illegal string offset 'active' in /var/vhosts/yogya/public/ind/templates/Template_Ver2.1/html/pagination.php on line 135

Warning: Illegal string offset 'active' in /var/vhosts/yogya/public/ind/templates/Template_Ver2.1/html/pagination.php on line 129

Warning: Illegal string offset 'active' in /var/vhosts/yogya/public/ind/templates/Template_Ver2.1/html/pagination.php on line 135

Warning: Illegal string offset 'active' in /var/vhosts/yogya/public/ind/templates/Template_Ver2.1/html/pagination.php on line 129

Warning: Illegal string offset 'active' in /var/vhosts/yogya/public/ind/templates/Template_Ver2.1/html/pagination.php on line 135

Warning: Illegal string offset 'active' in /var/vhosts/yogya/public/ind/templates/Template_Ver2.1/html/pagination.php on line 129

Warning: Illegal string offset 'active' in /var/vhosts/yogya/public/ind/templates/Template_Ver2.1/html/pagination.php on line 135

Warning: Illegal string offset 'active' in /var/vhosts/yogya/public/ind/templates/Template_Ver2.1/html/pagination.php on line 129

Warning: Illegal string offset 'active' in /var/vhosts/yogya/public/ind/templates/Template_Ver2.1/html/pagination.php on line 135

Warning: Illegal string offset 'active' in /var/vhosts/yogya/public/ind/templates/Template_Ver2.1/html/pagination.php on line 129

Warning: Illegal string offset 'active' in /var/vhosts/yogya/public/ind/templates/Template_Ver2.1/html/pagination.php on line 135

Warning: Illegal string offset 'active' in /var/vhosts/yogya/public/ind/templates/Template_Ver2.1/html/pagination.php on line 129

Warning: Illegal string offset 'active' in /var/vhosts/yogya/public/ind/templates/Template_Ver2.1/html/pagination.php on line 135

Warning: Illegal string offset 'active' in /var/vhosts/yogya/public/ind/templates/Template_Ver2.1/html/pagination.php on line 129

Warning: Illegal string offset 'active' in /var/vhosts/yogya/public/ind/templates/Template_Ver2.1/html/pagination.php on line 135

Warning: Illegal string offset 'active' in /var/vhosts/yogya/public/ind/templates/Template_Ver2.1/html/pagination.php on line 129

Warning: Illegal string offset 'active' in /var/vhosts/yogya/public/ind/templates/Template_Ver2.1/html/pagination.php on line 135

Warning: Illegal string offset 'active' in /var/vhosts/yogya/public/ind/templates/Template_Ver2.1/html/pagination.php on line 129

Warning: Illegal string offset 'active' in /var/vhosts/yogya/public/ind/templates/Template_Ver2.1/html/pagination.php on line 135


JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL
wso shell indoXploit shell wso shell hacklink hacklink satışı hacklink satış deface mirror hacklink wso shell
Joomla Templates by JoomlaVision.com