Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
KRPL
banner2
UPBS BP2TP
Tikus
Pengenalan Ayam KUB
e-Produk

Galeri Foto

Publikasi



Inventarisasi Organisme Pengganggu Tanaman dan Evaluasi Penggunaan Melanol Pada Pengendalian Lalat Buah Tanaman Jambu Air Dalhari di Berbah Sleman PDF Cetak E-mail
Oleh Tri Martini, dkk   
Senin, 04 Juni 2012 13:54
Pengkajian menggunakan lahan petani yang dijadikan demplot terdiri dari petak-petak yang sesuai dengan kondisi petani. Percobaan menggunakan rancangan uji t yang terbagi dalam tiga ulangan. Kelimpahan populasi lalat buah diamati dengan menggunakan perangkap botol air mineral. Perangkap botol diberi kapas dengan zat atraktan melanol (perlakuan 1); Perangkap botol diberi kapas dengan zat atraktan petrogenol (perlakuan 2); dan kontrol/cara petani (perlakuan 3). Pengamatan observasi serangan hama dan penyakit dilakukan dengan metode survai di lokasi yang dipilih menurut metode sengaja (purposive). Peubah yang diamati adalah keberadaan berbagai hama dan penyakit yang menyerang, serta berat serangan hama, dengan menggunakan metode selektif. Semua data peubah pengamatan dianalisis mengikuti prosedur ANOVA, dilanjutkan dengan uji DMRT pada taraf 5%.Hasil pengamatan di lapangan menunjukkan bahwa lalat buah mulai ditemukan sejak hari pertama dilakukan pemasangan perangkap; pada perlakuan dengan perangkap petrogenol, populasi lalat buah tertangkap lebih banyak dibandingkan perangkap melanol, namun tidak berbeda nyata; dan Keefektifan Perangkap Hama (KPH) menunjukkan bahwa perlakuan penggunaan perangkap hama berbahan aktif petrogenol maupun melanol sangat efektif menangkap populasi hama lalat buah yang ada di pertanaman jambu air ’Dalhari’ dengan rerata sebesar 97,61%.
 
Pengaruh Penggunaan Jerami Padi Terfermentasi dan Pakan Komplit Dalam Ransum Terhadap Produktivitas Sapi Peranakan Ongole PDF Cetak E-mail
Oleh Supriadi   
Senin, 04 Juni 2012 13:52
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan jerami fermentasi dan pakan komplit terhadap produktivitas sapi Peranakan Ongole (PO) jantan dewasa yang meliputi konsumsi pakan, kenaikan bobot badan, konversi pakan. Penelitian dilakukan di dusun Karang Poh, dusun Mandesan, dusun Parangan, desa Semin, kecamatan Semin, Gunung kidul pada bulan Desember 2006 – Januari 2007. Materi yang digunakan adalah dua belas sapi Peranakan Ongole jantan dewasa, dibagi secara acak ke dalam empat kelompok perlakuan ransum: P0: (kontrol), P1 (1,5kg/ekor/hari pakan komplit+jerami fermentasi adlibitum, P2 (2kg/ekor/hari pakan komplit+jerami fermentasi adlibitum, P3 (2,5kg/ekor/hari pakan komplit+jerami fermentasi adlibitum). Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap Pola Searah dan data dianalisis dengan analisis variansi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata konsumsi bahan kering P0 :6,31 , P1 :3,19 , P2 :3,48 , P3 :3,49 kg/hari; rata-rata pertambahan bobot badan P0 :0,29, P1 :0,05, P2 :0,38, P3 :0,19 kg/hari; konversi pakan P0 :21,37 , P1 :9,82 , P2 :23,80 , P3 :23,89. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata konsumsi pakan (nutrien) sapi ongole berbeda nyata pada Bahan kering (BK), Bahan organik (BO), Protein kasar (PK), Serat kasar (SK), Lemak kasar (LK), dan abu, tetapi tidak berbeda nyata terhadap rata-rata pertambahan bobot badan harian (PBBH) dan konversi pakan. Pemberian perlakuan pakan komplit dan jerami padi fermentasi menunjukkan efisiensi pakan yang lebih baik dibandingkan perlakuan kontrol.
 
Penampilan Mesin Perontok Model Fatmawati Sebagai Perontok Padi dan Kedelai Serta Pemipil Jagung di Desa Canden Kecamatan Jetis Kabupaten Bantul Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta PDF Cetak E-mail
Oleh Heni Purwaningsih, dkk   
Senin, 04 Juni 2012 12:04
Telah dilakukan pengkajian Penampilan Mesin Perontok Padi Model Fatmawati sebagai Perontok Padi, Kedelai dan Jagung di Desa Canden, Kecamatan Jetis, Kabupaten Bantul Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta pada tahun 2005. Tujuan pengkajian ini adalah untuk menguji mesin perontok padi, jagung dan kedelai yang memiliki kapasitas kerja optimal, efisien dan dapat menekan kehilangan hasil di lapangan. Selain itu pengujian dilakukan untuk mendapatkan data penampilan mesin perontok padi model Fatmawati. Pengujian dilaksanakan di lahan petani dengan tanaman dalam kondisi baik dan siap dipanen, seluas 500-1000 m2. Panen padi, jagung dan kedelai dilakukan dengan sistem kelompok (20-30 orang) per hektar dengan alat potong sabit. Potongan padi, jagung tongkol dan kedelai brangkasan langsung dimasukkan kedalam karung, selanjutnya diangkut kerumah petani untuk dirontok dengan mesin perontok padi Fatmawati. Sebagai pembanding, kelompok pemanen lain dengan cara yang sama, tetapi perontokannya dilakukan dengan cara digebot (padi), dipipil (jagung) dan digedik (kedelai). Komoditas pertanian yang digunakan adalah padi (varietas Ciherang, Cigeulis dan IR 64), kedelai (putih dan hitam) dan jagung (jenis komposit). Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan dua faktor yaitu alat dan komoditas, dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan (DMRT) pada taraf nyata 5%. Ulangan sebanyak 6 kali untuk jagung, 3 kali untuk padi dan 4 kali untuk kedelai. Pengambilan sampel secara strata (Stratified Random Sampling). Hasil pengkajian menunjukkan bahwa kemampuan kerja pemanen untuk memotong padi cukup tinggi antara 101, 26–137,07 jam/ha/orang. Kapasitas kerja rata-rata mesin perontok 202,02 kg/jam/unit. Sedangkan kapasitas perontokan dengan digedig sebesar 89,12 kg/jam/orang. Kapasitas kerja pemipilan jagung dengan mesin rata-rata sebesar 1013,8 kg/ha/unit, sebaliknya dengan cara manual rata-rata sebesar 9,7 kg/jam/orang. Kapasitas kerja pembijian kedelai dengan mesin rata-rata adalah 14,29 kg/jam/orang, sedangkan dengan mesin sebesar 45,85 kg/jam/unit. Tingkat kehilangan hasil padi dengan mesin perontok sebesar 3,8%, sedangkan dengan digebot sebesar 7,23%. Kehilangan hasil pada pembijian kedelai dengan mesin 2,05%, dengan cara digedig sebesar 3,8%. Berdasarkan hasil analisa ekonomi alat perontok padi Fatmawati yang diguanakan untuk perontokan jagung dan kedelai masih layak digunakan dengan nilai R/C 2,5 dan B/C 1,5.
 
Analisis Potensi Sistem Budidaya Tanaman Tomat Varietas Kaliurang Di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta PDF Cetak E-mail
Oleh Sutardi, dkk   
Senin, 04 Juni 2012 12:02
Sistem budidaya tomat yang baik itu harus didasarkan persyaratan tumbuh tanaman terhadap faktor biofisik tanah atau kualitas lahan yang didukung faktor sosial dan budaya. Wilayah Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) bagian lereng gunung merapi seluas + 6510 ha di bawah ketinggian < 800 m dpl. Lahan tersebut secara intensif sudah di manfaatkan untuk berbagai budidya tanaman pangan, tanaman sayuran, tanaman hias, buah-buahan (salak) serta tanaman perkebunan, dan kehutanan. Dalam perencanaan jarang sekali pada awalnya dilakukan analisis patensi lahan, sehingga banyak program tersebut menggalami kegagalan dan tumpang tindih berbagai system usaha baik di sector pertanian dan sector non pertanian. Sudah banyak metode evaluasi lahan yang dipakai dalam penelitian dengan perbandingan (matching) antara karakteristik dan kualitas lahan dengan kriteria kelas kesesuaian lahan yang disusun berdasarkan persyaratan tumbuh tanaman tomat, sehingga memperoleh kelas kesesuaian lahan secara aktual. Sehingga dalam penyusunan paket teknologi dalam budidya dapat didekati secara benar, efisien dan tepat yang dilaksanakan secara potensial. Hasil analisis sifat-sifat lahan sangat menentukan atau mempengaruhi perilaku lahan yaitu bagaimana ketersediaan air, peredaran udara, perkembangan akar, kepekaan erosi, ketersediaan unsur hara, dan sebagainya. Hasil analisis menunjukkan bahwa perilaku lahan yang menentukan pertumbuhan tersebut adalah kualitas lahan. Secara aktual tanaman tomat termasuk kategari s3nr. Tanah didominasi partikel pasir, kandungan bahan organik rendah sehingga struktur tanah lepas-lepas, kemampuan tanah menyimpan hara dan memegang air rendah, dan kurang mampu mendukung pertumbuhan tanaman secara baik. Tanaman tomat akan memberikan hasil yang cukup tinggi dan menguntungkan bila dalam budidaya menerapan teknologi yang antara lain meliputi penggunaan bahan organic sebagai bahan pembenah struktur tanah pasir. Hasil pengkajian pada bebeapa varietas Tomat Kaliurang yang adaptif dan mempunyai potensi hasil yang tinggi. Tanaman tomat akan memberikan hasil yang cukup tinggi dan menguntungkan bila dalam budidayanya diikuti dengan penerapan teknologi yang antara lain meliputi 9 unsur paket teknologi. Adapun teknologi tersebut meliputi: 1) pengolahan tanah, 2) penggunaan benih bermutu, 3). Penggunaan varietas unggul, 4). Pengaturan pola tanam, 5). Pengaturan jarak tanam, 6). Penggunaan pupuk berimbang 7).pengendalian hama dan penyakit , 8) pengairan dan , 9). Panen dan pasca panen.
 
Prospek Usahatani Perbenihan Padi di Klinik Teknologi dan Agribisnis Subur Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta PDF Cetak E-mail
Oleh Subagiyo, dkk   
Senin, 04 Juni 2012 12:00
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prospek usahatani perbenihan padi pada Klinik Teknologi dan Agribisnis Subur di Bantul. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari sampai dengan April 2006, dengan lokasi Dusun Ngaglik, Desa Patalan, Kecamatan Jetis, Kabupaten Bantul. Kegiatan ini merupakan dem-area dengan luas hamparan 1 ha, varietas yang digunakan adalah padi IR 64 BS yang diperoleh dari Balai Benih Wijilan Kulonprogo. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa usahatani perbenihan padi pada Klinik Teknologi dan Agribisnis Subur mempunyai prospek yang baik, hal ini ditunjukkan dengan hasil produksi 6 ton padi kering panen. Keuntungan yang diperoleh dari usaha ini adalah diperolehnya harga jual yang cukup bagus sehingga memberikan pendapatan bersih sebesar Rp 6.186.000,- dengan R/C ratio 2,34 dan B/C ratio 1,34.
 


JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL
Joomla Templates by JoomlaVision.com