Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
UPBS BP2TP
Tikus
Pengenalan Ayam KUB
e-Produk
KRPL
banner2

Galeri Foto

Berita
Budidaya Kedelai Argomulyo di Lahan Hutan Kayu Putih PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Administrator   
Kamis, 24 April 2014 06:32

Tumpangsari kedelai di sela tanaman kayu putih dan ketela pohon di kawasan hutan kayu putih Desa Bleberan, Kecamatan Playen, Kabupaten Gunungkidul Daerah Istimewa Yogyakarta mampu menghasilkan kedelai hingga 2,0 ton/ha, pada musim tanam ke-2 (MH II) setelah tanaman jagung tahun 2013. Keragaan tanaman kedelai di lapang sangat bagus. Pertanaman kedelai di sela-sela tanaman kayu putih dan ketela pohon praktis tumbuh optimal, tanpa ada pengurangan cahaya karena tanaman kayu putih selalu mengalami pemotongan saat pemanenan.

Pengembangan kedelai di hutan kayu putih mempunyai banyak keuntungan, antara lain, lahan kayu putih dapat dipakai untuk pertanaman kedelai secara permanen sepanjang tahun karena tidak terkendala kanopi. Di samping itu, pengembangan kedelai di kawasan hutan kayu putih berpotensi untuk penyediaan benih di lahan sawah dengan sistem jalur benih antar lapang dan musim (jabalsim). Selain dapat menambah produksi tanpa harus membuka areal lahan baru, tumpangsari kedelai di lahan hutan memiliki nilai sinergi produktif karena (1) menambah kesuburan tanah hutan akibat pasokan N dari bintil akar kedelai, (2) meningkatkan produksi kedelai dan pendapatan untuk petani sekitar hutan, (3) mendiversifikasi produk, (4) menekan laju erosi, dan (5) menjadi penyedia pakan ternak.

Varietas unggul Argomulyo dipilih karena mempunyai potensi hasil tinggi 3,1 ton/ha, berumur relatif pendek, hanya 82 hari (umur sedang), merupakan kedelai biji besar yang disukai oleh sebagian besar petani, pedagang, dan konsumen kedelai di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Teknologi budidaya kedelai varietas Argomulyo di lahan hutan kayu putih Desa Bleberan Kecamatan Playen Kabupaten Gunungkidul adalah sebagai berikut : Tanam tugal, tanpa olah tanah, pembuatan  saluran drainase dilakukan dengan jarak antar saluran 3-5 m dengan ukuran lebar sekitar 30 cm dan kedalaman sekitar 25 cm. Varietas Argomulyo berbiji besar dan berumur sedang. Penggunaan benih berkualitas, bernas memiliki daya tumbuh >85%, murni, sehat, bersih, dan berlabel, dengan total kebutuhan benih sekitar 40 kg/ha. Perlakuan benih dengan carbosulfan (10 g Marshal 25 ST/kg benih), tanpa perlakuan rhizobium mengingat lahan sudah sering ditanami kedelai. Jarak tanam 40 x 15 cm, 2- 3 biji/lubang. Pupuk organik digunakan sebanyak 2 ton/ha, 200 kg/ha pupuk NPK, serta pupuk daun untuk memacu pertumbuhan dan pembentukan bunga. Pengendalian gulma, hama, dan penyakit dilakukan secara terpadu. Panen dilakukan saat daun sudah luruh dan 95% polong sudah berwarna kuning-kecoklatan.

LAST_UPDATED2
 
Kerupuk Jagung Plus PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Administrator   
Rabu, 23 April 2014 07:55

Pada umumya kerupuk jagung dibuat dari tepung jagung. Kerupuk jagung plus dibuat dengan bahan dasar beras jagung ukuran tertentu. Sentuhan teknologi pada bahan dasar kerupuk dan teknik pengolahan, mampu meningkatkan kualitas kerupuk jagung baik aspek tampilan maupun kandungan gizinya.

Bahan utama yang digunakan dalam pembuatan kerupuk jagung plus adalah jagung pipil kering yang telah digiling menjadi beras jagung dengan ukuran tertentu, serta tapioka (pati singkong) untuk memberi efek mengembang pada hasil akhirnya dan bumbu berupa bawang putih dan garam. Rendemen kerupuk jagung plus sebesar 150%. Pembuatan kerupuk jagung plus mencakup tahapan pemberasan jagung, pembuatan nasi jagung, penambahan bumbu (tapioka, bawang putih, dan garam), pengukusan hingga matang, pencetakan dan penjemuran hingga kering. Kerupuk jagung yang telah kering siap untuk dikemas atau digoreng.

Keunggulan kerupuk jagung plus ini memiliki warna kuning yang lebih cerah dan menarik (tanpa tambahan bahan pewarna), tekstur dan rasa khas jagung lebih terasa. Kandungan gizi kerupuk jagung plus sebagai berikut : kadar air (0,1%), abu (2,75%), lemak (2,24%), serat (4,73%), protein (4,93%), karbohidrat (34,501%), dan betakaroten (345 mgr/100g).

Pembuatan kerupuk jagung plus telah diintroduksikan mulai tahun 2012 melalui kegiatan MP3MI di Kelompok Wanita Tani Sari Manunggal, Dusun Grogol III, Bejiharjo, Karangmojo, Gunungkidul. Kerupuk Jagung Plus ini telah dipasarkan dengan harga jual Rp 18.000,00 per kg mentah dan Rp 24.000,00 per kg matang. Pembutan kerupuk jagung plus telah memberikan tambahan pendapatan bagi anggota pengolah dengan omset mencapai Rp 500.000,00 per bulan.

LAST_UPDATED2
 
Orasi Pustakawan BPTP Yogyakarta PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Kusnoto, S.Sos   
Selasa, 22 April 2014 08:31

Pustakawan merupakan jabatan fungsional strategis dalam karier Pegawai Negeri Sipil (PNS). Aset-aset perpustakaan sebagai sumber ilmu pengetahuan yang beragam dan luas cakupannya, akan dapat lebih bermanfaat digunakan oleh penggunanya apabila dikelola secara professional oleh seorang pustakawan. Hari Kamis (17 April 2014) di BPTP Yogyakarta telah dilaksanakan Orasi Purnatugas  Kusnoto, S.Sos. sebagai Pustakawan Madya pada perpustakaan BPTP Yogyakarta yang diikuti oleh  peneliti, penyuluh, pustakawan dan staf lainnya BPTP Yogyakarta sebanyak 70 orang peserta.

Kepala BPTP Yogyakarta DR. Sudarmaji menyatakan bahwa Orasi purnatugas ini baik sekali dan merupakan embrio pertama di BPTP Yogyakarta seorang fungsional melakukan orasi purna tugas, dimana seterusnya nanti dapat diikuti oleh para pejabat fungsional lainnya. Perjalanan karier fungsional penting sekali untuk  didokumentasikan kiprahnya dalam upaya peningkatan kapasitas Sumberdaya Manusia (SDM) masing-masing sebagai arsip penting perjalanan  meniti karier terbawah sampai pada tingkat jabatan fungsional tertinggi yang dapat dicapai.

Dalam diskusi orasi yang dipimpin oleh Ir. Budi Setyono, MP dari beberapa pertanyaan yang diajukan audiens disampaikan bahwa selaku abdi Negara/PNS berpedoman kepada   visi dan misi BPTP Yogyakarta untuk turut serta mensukseskan 4 program sukses Kementerian Pertanian, loyal, bertanggungjawab, komitmen, disiplin, dan dapat bekerjasama dengan seluruh staf, dapat     membuat citra positif dan meningkatkan kenerja BPTP Yogyakarta secara optimal dan berdaya guna bagi  Stakeholder dan masyarakat petani diwilayah D.I. Yogyakarta.

LAST_UPDATED2
 
Teknologi Jamu Herbal Untuk Ternak Sapi PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Ir. Ari Widyastuti   
Senin, 21 April 2014 14:47

Jamu /obat herbal telah lama dikenal masyarakat Indonesia, beberapa ramuan jamu terbukti manjur menyembuhkan penyakit atau meningkatkan daya tahan tubuh. Saat ini jamu juga banyak dimanfaatkan untuk ternak. Jamu herbal untuk ternak selain meningkatkan daya tahan tubuh juga meningkatkan nafsu makan ternak.

Pembuatan jamu herbal untuk ternak sapi sangat sederhana dan mudah dilakukan, bahan-bahannya cukup mudah didapatkan. Seperti yang disampaikan oleh Ir. Erna Winarti, MP peneliti BPTP Yogyakarta bahwa jamu herbal dibuat dari empon-empon dan bahan lain seperti  sambiloto, sirih, bawang puti, dan kayu manis yang semuanya mudah diperoleh dan murah harganya, serta bersifat  alami sehingga ramah lingkungan dan tidak membahayakan bagi ternak. Lebih lanjut disampaikan bahwa untuk pembuatan jamu herbal ternak sapi dapat menggunakan salah satu contoh ramuan yang terdiri dari : jahe 125 gram, kencur 250 gram, kunyit 125 gram, bawang putih 250 gram, lengkuas 125 gram, temu lawak 200 gram, lempuyang 100 gram, kayu manis 62,5 gram, sirih 62,5 gram, sambiloto 250 gram, molases 250 gram dan EM4 250 gram.  EM4 dan molases diperlukan pada pembuatan jamu herbal sebab EM4 mengandung bakteri pengurai yang dapat memfermentasi bahan organik dan meningkatkan daya serap jamu secara opimal sehingga kandungan zat aktifnya keluar dan berfungsi untuk mengatasi penyakit ternak sedangkan molases mengandung zat gula sederhana yang berperan sebagai sumber energi untuk mendorong pertumbuhan bakteri.

Cara pembuatannya, pertama kupas bahan (empon-empon) dan cuci bersih,kemudian ditumbuk atau diblender hingga halus. Selanjutnya isi  jerigen dengan  10 liter air bersih, tambahkan EM4 dan molases, aduk dan biarkan selama 30 menit. Bahan yang telah halus dimasukkan ke dalam jerigen, aduk hingga rata, tutup jerigen dengan rapat dan simpan selama     7 hari. Tiap hari buka jerigen 5 menit untuk mengeluarkan gas, setelah 7 hari jamu disaring, selanjutnya disimpan dalam botol tertutup dan jamu siap diberikan kepada ternak.

Jamu herbal  diberikan sebanyak 10 ml (1 sendok makan) per hari untuk setiap 200 kg bobot sapi dengan cara mencampurkan pada air minumnya.

Manfaat pemberian jamu herbal pada ternak  yaitu : dapat mengoptimalkan daya kerja bakteri dalam rumen sehingga pakan dapat terserap maksimal, pertumbuhan harian optimal, kotoran lebih kering dan tidak berbau sehingga populasi lalat dalam kandang berkurang.(AW, Yk)

LAST_UPDATED2
 


JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL
Joomla Templates by JoomlaVision.com