Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
KRPL
Tikus
Proquest
100 Teknologi
Pengenalan Ayam KUB
e-Produk

Galeri Foto

Berita
Balitbangtan Meluncurkan MICO Harvester PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Administrator   
Jumat, 19 Desember 2014 07:04

Mini Indo Combine (MICO) Harvester adalah mesin panen padi hasil pengembangan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) melalui unit kerja bidang penelitian dan pengembangan yaitu Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian (BBP Mektan).

Kepala Balitbangtan Dr. Haryono pada kesempatan kegiatan peluncuran MICO Harvester beberapa waktu lalu, menyampaikan, “MICO Harvester merupakan inovasi teknologi yang ditunggu-tunggu, yang saat ini sangat dibutuhkan petani khususnya untuk lahan sawah dengan petakan sempit, sehingga alsin lebih mudah bermanuver, serta harga yang lebih terjangkau yaitu sekitar Rp. 130 juta.”

Namun demikian Dr. Haryono juga mengharapkan untuk tahun kedepan harga ini harus lebih ditekan sehingga mencapai di bawah Rp. 100 juta, agar petani bisa mengadopsi dan membeli alsin tersebut. 
Selain itu, dalam menghasilkan teknologi harus berfikir sebagai ‘Produk Komersial’ dalam hal ini harus diperhatikan tentang Product Management(manajemen produk) dimana produk tersebut harus ‘profit oriented’ serta ada jaminan ‘after sale’.

Produk Komersial harus mengenal empat komponen yang meliputi Connective, Perfective, Adaptive dan Preventive. Dalam hal ini alsin MICO Harvester telah memenuhi komponen Perfective dan Adaptive, dimana alsin tersebut merupakan teknologi hasil penyempurnaan dari prototipe sebelumnya, serta dapat disesuaikan dengan kondisi lahan di Indonesia.

Dr. Haryono juga menambahkan bahwa warna hijau jangan diubah karena warna hijau sudah merupakan warna corporate Kementerian Pertanian, khususnya Badan Litbang Pertanian.

Mini Indo Combine (MICO) Harvester diluncurkan oleh Balitbangtan di Lahan Sawah Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Banten, Minggu (7/12/14) lalu. Dr. Haryono mencoba secara langsung mengoperasikan mesin MICO Harvester didampingi oleh Kepala Balai Besar, Perekayasa dan teknisi.

Informasi lebih lanjut : Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian

LAST_UPDATED2
 
Tepung Umbi Gembili dan Ganyong untuk Substitusi Tepung Terigu PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Administrator   
Kamis, 18 Desember 2014 07:57

Daerah Istimewa Yogyakarta memiliki potensi pangan lokal sejenis umbi-umbian yang sangat besar. Tidak kurang dari 65 jenis umbi-umbian (termasuk talas-talasan), seperti ubi jalar, ubi kayu, garut, talas, uwi, gembili, ganyong, dan lain-lain. Umbi gembili dan ganyong merupakan jenis umbi-umbian hasil pekarangan yang belum banyak menghasilkan produk turunan. Umbi-umbian ini masih dimanfatkan secara sederhana, seperti direbus, digoreng, dibakar bahkan tidak dimanfaatkan sama sekali.

Tanaman ganyong (Canna edulis) termasuk famili Cannaceae, genus Canna dari kelompok umbi-umbian potensial. Tepungnya mudah dicerna, baik sekali untuk makanan bayi maupun orang sakit. Ganyong merupakan sumber karbohidrat dengan kadar 22,6-23,8%. Rendemen tepung ganyong 11,43% serta rasio amilosa dan amilopektin 18,8% dan 81,4 %. Gembili (Dioscorea esculenta) suku gadung-gadungan atau Dioscoreaceae merupakan tanaman umbi-umbian yang sekarang sudah sulit dijumpai di pasar. Daun berbentuk seperti ginjal. Warna kulit umbi keabu-abuan, sedangkan warna daging putih kekuningan. Komponen terbesar dari umbi gembili adalah karbohidrat 27-33%. Rendemen tepung gembili 24,28% serta rasio amilosa dan amilopektin adalah 23,2% dan 76,8%.

Keunggulan tepung umbi gembili dan ganyong adalah dapat mensubstitusi tepung terigu dalam memproduksi aneka olahan makanan ringan hingga 100%. Aneka olahan makanan yang telah dibuat adalah kue kukus, kue kering, pangsit, cake, donat, dan bakpao. Berbagai macam teknologi pengolahan umbi gembili dan ganyong tersebut telah diintroduksikan oleh BPTP Yogyakarta tahun 2012 pada 10 kelompok wanita tani Sleman atas fasilitas Disperindagkop D.I. Yogyakarta.

LAST_UPDATED2
 
Pengukuhan Dr.Ir. Kristamtini, M.Si Sebagai Doktor Pemuliaan Tanaman PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Dra. Tarfuah   
Jumat, 12 Desember 2014 11:36

Kopetensi Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Yogyakarta semakin meningkat dengan bertambahnya doktor baru dibidang pemuliaan tanaman. “Kajian Genetik Warna Beras Padi” demikian judul disertasi Ir. Kristamtini, M.Si yang menghantarkan mencapai gelar doktor pada hari Rabu (10/12) melalui ujian sidang terbuka di Auditorium Prof. Ir. Harjono Danoesastro Fakultas Pertanian,  Program Studi Ilmu Pertanian Minat Studi Pemuliaan Tanaman, Universitas Gadjah Mada Yogyakarta.

Meningkatnya taraf hidup dan  kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan, berdampak pada peningkatan permintaan pasar beras hitam, yang saat ini mulai populer dan dikonsumsi sebagai pangan fungsional. Beras hitam mengandung protein, vitamin, mineral yang lebih tinggi daripada beras putih pada umumnya dan selain itu mengandung antosianin sebagai antioksidan. Hal tersebut diantaranya yang mendorong Ir.Kristamtini, M.Si  untuk melakukan penelitian dan pengkajian lebih lanjut

Dalam disertasinya penelitian dilakukan untuk mendapatkan informasi keragaman genetik sifat agromorfogenetik dan kandungan antosianin total, mengetahui dan mempelajari parameter genetik yaitu peran gen dan pola segregasi sifat warna beras pada beberapa persilangan padi beras hitam dengan padi beras putih, mendapatkan informasi keterpautan penanda mikrosatelit dengan sifat warna beras dan efektifitasnya untuk seleksi berbantuan penanda DNA pada populasi hasil persilangan antara padi beras hitam dengan padi beras putih. Penelitian dilaksanakan mulai Januari 2011 sampai dengan Desember 2013, melalui empat tahap, yaitu : 1) identifikasi dan pemilihan tetua, 2) pembentukan populasi dasar, 3) pengujian pola pewarisan sifat warna beras, dan 4) verifikasi dan penerapan penanda mikrosatelit terkait sifat warna sebagai seleksi berbantuan penanda.

Hasil dari penelitian menunjukkan adanya keragamaan genetik yang luas dari kultivar padi beras hitam loKal Indonesia untuk sifat kandungan antosianin total, dan menghasilkan benih keturunan generasi ke 4 (F4) hasil persilangan padi beras hitam dengan padi beras putih (Fhu, 2014).

LAST_UPDATED2
 
Nugget Ayam dari Umbi-Umbian PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Administrator   
Rabu, 10 Desember 2014 07:04

Potensi umbi-umbian di Daerah Istimewa Yogyakarta sangat melimpah. Salah satu pemanfaatan umbi-umbian pada penganekaragaman pangan adalah sebagai bahan pengisi (filler) pembuatan nugget ayam. Bahan pengisi dalam pembuatan nugget ayam merupakan sumber pati yang berfungsi untuk membantu meningkatkan volume produk.

Pembuatan nugget ayam selama ini menggunakan terigu sebagai filler.Pembuatan nugget ayam dengan filler umbi-umbian mencakup tahapan sebagai berikut : penyiapan daging ayam, umbi kukus, bahan tambahan dan bumbu, pencampuran bahan hingga homogen, pencetakan, pengukusan, dan pelapisan. Nugget ayam yang telah jadi siap untuk digoreng atau dikemas.

Keunggulan penggunaan umbi-umbian sebagai filler dalam pembuatan nugget ayam dapat menggantikan penggunaan tepung terigu. Penggunaan filler berupa umbi-umbian sebanyak 20% dari berat daging ayam menghasilkan nugget ayam dengan tekstur, warna, aroma dan rasa tidak berbeda dengan nugget ayam dengan filler terigu. Penggunaan umbi-umbian sebagai filler dapat menekan biaya produksi sebesar 50%.

LAST_UPDATED2
 


JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL
Joomla Templates by JoomlaVision.com