Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Pengenalan Ayam KUB
100 Teknologi
KRPL
Proquest
Tikus
e-Produk

Galeri Foto

Berita
Budidaya Kelapa Kopyor PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Administrator   
Selasa, 07 Oktober 2014 08:02

Kelapa kopyor adalah tanaman kelapa yang mengalami mutasi genetik secara alamiah. Kelapa berbuah kopyor adalah mutan kelapa yang ditemukan di antara populasi kelapa normal. Kelapa kopyor  merupakan komoditas andalan yang bernilai ekonomi tinggi dan di cirikan oleh daging buah yang bertekstur gembur dan sebagian besar tidak melekat di tempurungnya.

Tanaman kelapa Kopyor dibagi dalam dua tipe yaitu tipe Dalam dan tipe Genjah. Masing-masing memiliki karakteristik yang berbeda. Tipe Dalam memiliki khas batang besar, mempunyai bol pada pangkal batang, mulai berbunga pada umur 5-7 tahun, buah berukuran cukup besar tetapi jumlahnya sedikit, dan memiliki keragaman genetik yang tinggi karena bunganya menyerbuk silang sehingga peluang bertemunya gen resisif  pada bunga betina dan serbuk sari relatif kecil. Secara alami, tanaman kelapa kopyor  tipe Dalam hanya menghasilkan buah kopyor 1-2 butir per tandan. Tipe Dalam terdapat di Kalianda (Lampung Selatan), Ciomas (Bogor), Sumenep dan Jombang (Jawa Timur) dan Pati (Jawa Tengah).

Sedangkan kelapa kopyor tipe Genjah memiliki batang lebih kecil dibanding tipe Dalam, tidak memiliki bol, mulai berbuah pada umur 3-4 tahun, buah berukuran lebih kecil tetapi banyak. Kelapa kopyor tipe Genjah  menghasilkan buah kopyor  per tandam  lebih banyak dari tipe Dalam, kadang kadang dapat mencapai 50% hal ini disebabkan kelapa tipe Genjah termasuk tanaman menyerbuk  sendiri sehingga peluang  bertemunya gen resisif pada bunga betina dan serbuk sari lebih besar. Untuk tipe Genjah terdapat di Pati (Jawa Tengah) yang tersebar di beberapa kecamatan, yaitu Dukuhseti, Margoyoso, Tayu, Wedarijaksa, Gembong dan Terangkil. Pertanaman kelapa kopyor ini dijumpai dalam bentuk tanaman tunggal dan populasi. Kelapa kopyor yang di tanam secara populasi dijumpai di Dukuhseti, Kabupaten Pati (Jawa Tengah), Sumenep (Jawa Timur), Ciomas (Bogor, Jawa Barat), Kalianda (Lampung Selatan), Riau dan Kalimantan Timur. Kelapa kopyor  yang di tanam secara individu terdapat di Kabupaten Pati , Jombang dan Sumenep.

Buah kelapa kopyor tipe Dalam terdiri atas 3 warna, yitu hijau, hijau kekuningan dan coklat, hijau kekuningan, sedangkan buah kelapa kopyor tipe Genjah terdiri atas 5 warna, yaitu; hijau, hijau kekuningan, coklat tua, coklat muda, kuning, (gading wulan) dan orange (gading). Berdasarkan tipe buah, kelapa kopyor dengan daging buah yang tebal dan buahnya berwarna hijau dan coklat memiliki rasa yang lebih enak dan gurih.

Perbanyakan kelapa kopyor dapat dilakukan dengan dua cara. Pertama, cara konvensional, menggunakan benih yang berasal dari tandan yang menghasilkan buah kopyor. Tanaman yang di perbanyak dengan cara ini apabila telah berproduksi hanya menghasilkan  1-2 butir/tandan. Cara ini telah dilakukan oleh petani di kabupaten Sumenep, Pati dan Lampung Selatan. Kedua cara in vitro, yaitu menumbuhkan embrio dari buah kopyor pada media tumbuh buatan dalam kondisi aseptik di laboratorium. Tanaman yang dihasilkan dengan cara ini akan menghasilkan 90% hingga 100% buah kopyor. Tanaman kelapa kopyor yang di perbanyak dengan cara ini telah di tanam di Ciomas (Bogor), Riau dan Kalimantan Timur.

Oleh karena sifat sifat menyerbuk silang, maka bibit kelapa kopyor tipe Dalam hasil teknik in vitro harus di tanam pada areal terisolasi dari pertanaman kelapa biasa. Jarak yang dapat di tolelir adalah 400 m. Sebaliknya karena sifat menyerbuk sendiri, bibit kelapa kopyor tipe Genjah dapat di tanam pada areal yang tidak terisolasi terlalu ketat seperti tipe Dalam.

Seperti halnya dengan jenis tanaman kelapa lainnya, tanaman kelapa kopyor dapat di serang hama dan penyakit. Jenis hama utama yang dapat menyerang tanaman kelapa kopyor, antara lain Plesispa rechei Chapuis, Brontispa longissima Gestro, Oryctes rhinoceros L. dan Artona catoxantha. Penyakit yang dapat menyerang tanaman kelapa kopyor, antara lain; bercak daun, busuk kering, busuk janur, pendarahan batang, busuk pucuk, gugur buah dan penyakit yang di sebabkan oleh Phytoplasma. Pengendalian hama dan penyakit saat ini adalah dengan cara pegendalian hama dan penyakit terpadu dengan konsepsi analisis ekonomi.

Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) telah melepas Varietas Unggul Kelapa Kopyor oleh Menteri Pertanian pada tanggal 29 Desember 2010 sebagai varietas unggul dengan nama Varietas Kelapa Genjah Coklat KopyorKelapa Genjah Hijau Kopyor dan Kelapa Genjah Kuning Kopyor.

 

Sumber : Balai Penelitian Tanaman Palma

LAST_UPDATED2
 
Dinas Pertanian Teluk Bintuni Kunjungi BPTP Yogyakarta PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Suharno   
Jumat, 03 Oktober 2014 12:38

Kepala Seksi Kerjasama Pelayanan Sinung Rustijarni S.Pi. M.Si mewakili Kepala BPTP Yogyakarta menerima kunjungan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Teluk Bintuni Papua Barat hari Kamis (2/10). Dalam sambutan disampaikan bahwa kunjungan istimewa dari Papua Barat ini merupakan kunjungan kedua setelah tamu dari Persekutuan Gereja di Papua yang berkunjung ke BPTP Yogyakarta untuk mendapatkan publikasi dari BPTP Yogyakarta agar dapat meningkatkan wawasan dan inovasi teknologi yang dapat dimanfaatkan masyarakat sekitar di daerah tersebut.

Kunjungan diawali dengan penyampaian hasil-hasil yang telah dicapai oleh BPTP Yogyakarta meliputi pelaksanaan program strategis Kementerian Pertanian (SLPTT, PKAH, PSDS/K, KRPL,P2T3, MP3MI) maupun kerjasama yang dilakukan serta sarana dan prasana yang dimiliki diantaranya  laboratorium uji mutu (tanah, pupuk, air, jaringan tanaman), Unit Pengelolaan Benih Sumber (UPBS) padi, kedelai dan krisan, perpustakaan digital, Kebun Benih Induk (KBI) bawang merah dan Ayam KUB dan sarana lain. Dalam kesempatan tersebut juga ditampilkan beberapa produk Kelompok Tani binaan serta jenis padi VUB yang dikembangkan di Yogyakarta. Salah satu jenis beras yang ditujukkan  yaitu beras Inpari 23 yang dapat dilihat bentuk buliran, warna serta aroma wangi oleh  peserta kunjungan.

Dalam sambutannya Kepala Dinas Pertanian Teluk Bintuni, Ir. N. Rumayomi menyampaikan apresiasi banyak hasil-hasil inovasi teknologi dalam rangka mendukung program dari Kementerian Pertanian. Kelebihan di Pulau Jawa telah didukung aplikasi teknologi yang sudah bagus begitu pula kualitas sumberdaya manusianya. Kepala Bidang Tanaman Pangan Diperta Teluk Bintuni Ir. Bram Wonatorey mengemukan bahwa produktivitas padi di wilayahnya baru mencapai 3-4 ton/ha dan Dinas Pertanian telah menyiapkan lahan untuk mengembangkan padi varietas unggul untuk dikembangkan di wilayah setempat.

Selepas pemaparan, kunjungan dilanjutkan menuju Laboratorium Diseminasi, UPBS, Kebun Bibit Inti (KBI) Bawang Merah, Perbenihan Krisan serta Ayam KUB. Saat mengunjungi sarana dan prasarana UPBS mereka dapat melihat secara langsung berbagai macam alat dan sarana lainnya.  Miniatur Teknologi Pengendalian Hama Tikus terpadu (PHTT) dengan inovasi TBS dan LTBS  dan publikasi informasi dalam bentuk tercetak maupun elektronik mendapatkan perhatian besar, sementara di UPBS pengunjung belajar banyak tentang teknologi produksi dan pengelolaan benih.

Sebelum mengakhiri kunjungan di BPTP Yogyakarta, dilakukan penyerahan buku 100 Inovasi Teknologi Pertanian Spesifik Lokasi Yogyakarta, produk dan publikasi informasi lainnya kepada  Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Teluk Bintuni Papua Barat dengan harapan dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk memotivasi akselerasi pembangunan pertanian wilayah.

LAST_UPDATED2
 
Panen Pedet Kegiatan Pendampingan PSDSK PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Suharno   
Senin, 29 September 2014 15:53

Dukungan Program Swasembada Daging Sapi dan Kerbau (PSDSK), BPTP Yogyakarta telah berhasil meningkatkan populasi ternak sapi melalui pendampingan di Kelompok Ngudimulyo, Wonolelo, Pleret, Bantul. Panen pedet dilakukan pada temu lapang Kamis (25/9) sebanyak 30 ekor pedet, sedangkan sampai akhir tahun 2014 akan bertambah lagi 10 pedet dengan jumlah indukan sapi betina sebanyak 72 ekor.  Awal pendampingan tahun 2012 sapi betina berjumlah 68 ekor dengan kelahiran pedet sebanyak 18 ekor, sedangkan tahun 2013, pedet yang lahir sejumlah 27 ekor dengan induk sapi betina 70 ekor.

Panen pedet dilakukan oleh Bupati Bantul diwakili oleh Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian dan Kehutanan kabupaten Bantul, Ir. Yuni Setiawati dengan memberikan kalung pada pedet dengan bobot 30 kg. Dalam sambutannya Bupati Bantul menyampaikan bahwa pembangunan peternakan dari semua subsistem tidak boleh berjalan sendiri-sendiri apalagi berseberangan, tetapi harus merupakan satu kesatuan gerak dan kesatuan persepsi dalam rangka pengembangan wilayah dan kawasan yang saling mendukung dan saling mengisi. Peningkatan penyuluhan dan pendampingan kepada kelompok tani merupakan langkah nyata untuk meningkatkan inovasi dan penerapan teknologi tepat guna bidang peternakan.

Kepala BPTP Yogyakarta yang diwakili oleh Kasi KSPP Sinung Rustijarno, S.Pi, M.Si mengharapkan adanya inisiasi lelang ternak sapi  pada saat menjelang hari Idul Adha, pada kondisi harga cukup tinggi sehingga pendapatan perternak maupun kelompok meningkat. Lebih lanjut diungkapkan inovasi yang telah diterapkan oleh kelompok Ngudimulyo sebagai pelaksana kegiatan pendampingan PSDS/K dari kelompok lain maupun dinas dapat mendukung pengembangan dalam skala yang lebih luas.

Dalam laporannya Ketua Kelompok Ngudimulyo Widi Prawoto menyampaikan bahwa kelompoknya  telah mendapat pendampingan BPTP Yogyakarta sejak 2012 berupa penyediaan pakan hijauan dengan penanaman rumput unggul maupun leguminosa, selain itu telah dilakukan pula pendampingan pembuatan pakan dengan sumber pakan konsentrat berbahan pakan lokal, pendampingan pembuatan pupuk organik padat maupun pupuk  cair. Lebih lanjut Widi Prowoto menyampaikan bahwa Kelompok Ngudimulyo dalam rangka Open House dan Pekan Bakti Agroinovasi yang diselenggarakan BPTP Yogyakarta mendapatkan Juara I mewakili Kabupaten Bantul dalam Lomba Asah Trampil.

LAST_UPDATED2
 
Lomba Inovasi Diversifikasi Pengolahan Bahan Pangan Lokal PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Dra. Tarfuah   
Kamis, 25 September 2014 13:31

Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Yogyakarta  pada tanggal 22-24 September 2014 mengadakan acara Open House dan Pekan Bakti Agroinovasi dalam rangka memperingati hari ulang tahun Badan Litbang Pertanian ke-40. Untuk memeriahkan  event tersebut diadakan lomba “Inovasi Diversifikasi Pengolahan Bahan Pangan Lokal” yang diikuti  oleh perwakilan Kelompok Wanita Tani (KWT) dari Kabupaten Sleman, Bantul, Gunungkidul, Kulon Progo dan Kota Yogyakarta.

Sebanyak 15 KWT mengikuti lomba tersebut dengan jumlah olahan pangan sebanyak 18 olahan. Peserta lomba merupakan perwakilan juara dari masing-masing kabupaten/kota yang diadakan oleh Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan, sehingga olahan pangan yang disajikan sangat kreatif dan menarik. Masing-masing peserta lomba hadir dengan pendukungnya sehingga menambah semarak suasana dan meriah, mereka mengikuti dengan antusias sampai usai acara.

Juara lomba “Inovasi Diversifikasi Pengolahan Bahan Pangan Lokal” berturut turut sebagai Juara harapan III KWT Pelangi Kabupaten Sleman, Juara harapan II KWT Amarilis Kota Yogyakarta, Juara harapan I KWT Seruni Kabupaten Sleman, Juara III KWT Pawon Gendis, Kabupaten Kulon Progo, Juara II KWT Dewi Sri Kabupaten Gunung Kidul, Juara I KWT Rahayu Kabupaten Bantul. Masing-masing juara mendapat trophy dan sejumlah uang pembinaan dari panitia lomba yang disampaikan oleh Dr. Sudarmaji, Kepala BPTP Yogyakarta. Harapan ke depan, event ini dapat diagendakan secara rutin sehingga akselerasi diseminasi inovasi teknologi dibidang pangan lokal dapat berlangsung lebih cepat untuk mendorong meningkatkan wawasan, pengetahuan, ketrampilan dan sikap petani dalam rangka mendukung program ekonomi kreatif.

LAST_UPDATED2
 


JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL
Joomla Templates by JoomlaVision.com