Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
e-Produk
KRPL
banner2
UPBS BP2TP
Tikus
Pengenalan Ayam KUB

Galeri Foto

Berita
Bawang Merah Bisa Ditanam di Polybag dan Pot PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Dwi Titaningsih   
Rabu, 28 Mei 2014 07:53

Dukungan Pengembangan Kawasan Agribisnis Hortikultura (DPKAH) dan Rencana Aksi Bawang Merah dilakukan melalui workshop implementasi teknologi budidaya bawang merah di Auditorium BPTP Yogyakarta pada hari Rabu (14/5). Acara ini diikuti oleh peserta sebanyak 45 orang dari kelompok wanita tani (KWT) pelaksana KRPL di Kota Yogyakarta yaitu KWT Kencana Asri, Kauman Dua Enam Lima, KWT Gading Asri dan PPL BPP Giwangan. Narasumber workshop berasal dari peneliti Balai Penelitian Sayuran (Balitsa) Bandung dan peneliti serta penyuluh BPTP Yogyakarta. Tujuan kegiatan ini untuk memberikan pengetahuan dan informasi teknologi berkaitan dengan penanaman bawang merah di polybag, pot  maupun di lahan pekarangan khususnya di perkotaan termasuk cara pengendalian hama penyakit tanaman.  Disamping teori dilakukan pula praktek mulai dari penyiapan lahan hingga penanaman bawang merah di polybag.

Workshop dibuka Kepala BPTP Yogyakarta yang diwakili Kasi KSPP Sinung Rustijarno, S.Pi, M.Si. Dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa workshop DPKAH merupakan kegiatan yang penting karena Yogyakarta merupakan wilayah yang potensial untuk bawang merah baik untuk budidaya atau perbenihan khususnya di lahan pasir. Komoditas bawang merah juga sebagai komoditas pemicu inflasi di Yogyakarta selain cabe merah, sehingga perlu penyediaan stok dalam jumlah dan kualitas yang cukup secara kontinyu, sehingga Yogyakarta ditetapkan sebagai kawasan percontohan model budidaya bawang dalam polybag atau pot selain Jakarta dan Bandung. Dilihat dari data nasional pada tahun 2013 produksi bawang merah sebesar 506,1 ton mengalami  penurunan sebanyak 96 ton dibandingkan pada tahun 2012.  Workshop ini dapat dimanfaatkan untuk penyusunan rancang bangun (RB) dukungan inovasi dalam pembangunan kawasan agribisnis hortikultura terpadu (model industrial), dalam bentuk pot dengan mengkonsolidasikan usaha produktif dari hulu sampai hilir berbasis komoditas bawang merah sebagai komoditas unggulan lokal DIY. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan media inovasi kelembagaan ekonomi  masyarakat yang produktif dan berdaya saing tinggi..

Materi workshop dari peneliti Balitsa meliputi Budidaya Bawang Merah Menggunakan Pot untuk KRPL Perkotaan dan Pemilihan Benih Bawang Merah yang Baik disampaikan Ir. Rini Rosliani, M.Si. Kemudian dilanjutkan OPT Bawang Merah dan Pengendaliannya disampaikan Dr. Ir Bagus Kukuh U., MP. Narasumber  dari peneliti BPTP Yogyakarta dengan materi Bawang Merah dalam Pot/Polybag, Hama Penyakit dan Pengendaliannya disampaikan Tri Martini, SP, M.Si serta Budidaya Bawang Merah Lengkap pada Media Polybag dan Penanganan Permasalahannya disampaikan Sutardi, SP, M.Si dilanjutkan dengan  diskusi yang menuju kepada kesepakatan dan komitmen dalam melakukan Rencana Aksi (renaksi) Bawang Merah. Kegiatan ini diakhiri dengan praktek penanaman bawang merah dalam polybag di lokasi Kebun Benih Induk (KBI) bagi para peserta workshop.

LAST_UPDATED2
 
Pemanfaatan Biji Kerandang sebagai Yoghurt PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Administrator   
Senin, 26 Mei 2014 08:44

Kerandang ( Canalia virosa) merupakan salah satu komoditas pertanian yang ditemui di hampir semua pesisir pantai DIY. Pemanfaatan tanaman ini belum optimal baru sebatas sebagai pakan ternak dan polong muda dimanfaatkan sebagai bahan sayur. Kandungan nutrisi biji kerandangmeliputi protein 31,3%, lemak 4,9%, abu 3,8%, kalori 1512,4 kj/100 g DM, kandungan asam amino esensial berupa isoleusin, histidin, systine, metionin, dan theonin juga relatif tinggi, serta kaya akan kalsium, zinc, mangan, dan zat besi. Kelemahannya adalah kandungan HCN relatif tinggi yaitu 1134 ppm (kandungan maksimal pada bahan makanan 50 ppm).

Bahan yang digunakan untuk membuat yoghurt kerandang adalah sebagai berikut: kernel kerandang yang diperoleh dari pesisir pantai selatan Kabupaten Kulon Progo, air, susu skim, gula pasir, dan kultur bakteri asam laktat (BAL). Peralatan yang digunakan adalah panci, baskom plastik, kompor, kain saring, pengaduk kayu, toples plastik, neraca analitik, termometer, gelas ukur, blender, sendok, dan gelas.

Cara membuatnya adalah kernel kerandang dicuci sampai bersih kemudian direndam dengan air. Kernel kemudian direbus dan setelah matang ditiriskan. Blender kernel kerandang kemudian saring sampai menghasilkan sari kerandang. Sari kerandang, susu skim, dan gula pasir kemudian dimasak sampai mendidih. Setelah mendidih, angkat dan dinginkan. Setelah dingin, sari kerandang kemudian diinokulasi menggunakan kultur bakteri asam laktat dan diinkubasi sampai menjadi bentuk yoghurt. Yoghurt inilah yang disebut sebagai yoghurt kerandang. Hasil pengkajian pembuatan yoghurt kerandang pada tahun 2009 memiliki pH 4, kadar asam laktat 2,16 %, dan kadar HCN 34,09 ppm.

Manfaat dari pembuatan yoghurt kerandang adalah meningkatkan nilai ekonomi tumbuhan kerandang yang tumbuh liar dan belum dimanfaatkan secara optimal, memanfaatkan biji kerandang sebagi sumber protein harian dan sebagai pangan fungsional

LAST_UPDATED2
 
Budidaya Bawang Merah diluar Musim PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Administrator   
Rabu, 21 Mei 2014 09:23

Budidaya bawang merah secara off season atau diluar musim tanam merupakan terobosan baru sebagai antisipasi fluktuasi harga dan dampak perubahan iklim. Bawang merah yang ditanam pada musim hujan (off season) di lahan sawah banyak menghadapi kendala, untuk itu diperlukan terobosan inovasi teknologi.

Teknologi introduksi budidaya bawang merah off season di antaranya sebagai berikut: (1) pengolahan tanah, meliputi penggalian saluran drainase dan pembuatan guludan. Saluran drainase berukuran lebar 60 cm dan dalam 70 cm. Ukuran guludan lebar 1 m, (2) tanah guludan diinkubasi selama 2 minggu, kemudian disebarkan pupuk dasar meliputi SP-36 dan KCl ditambah pupuk organik, (3) pemupukan, dosis pemupukan SP-36 375 kg/ha; KCl 375 kg/ha; Phonska 375 kg/ha, dan pupuk organik 12.500 kg/ ha diberikan sebelum tanam. Tanah yang dipupuk diinkubasi selama 1 minggu dan dua hari sebelum tanam dilakukan penyemprotan herbisida pra tumbuh, (5) varietas yang ditanam di antaranya adalah Tiron dan Super Biru, kebutuhan benih 1000 kg/ha), (6) Cara penanaman dengan membenamkan separo umbi ke dalam tanah dengan jarak tanam 20 cm x 15 atau 20 x 20 cm.

Perawatan khusus bawang merah off seasson, apabila tanaman terkena air hujan, maka keesokan paginya harus disiram. Penyiraman ini untuk mencuci percikan hujan yang membawa Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) menempel pada tanaman. Aplikasi teknologi ini menghasilkan produktivitas umbi kering varietas Super Biru sebanyak 16.451 kg/ha, sedangkan varietas Tiron produktivitas umbi kering 24.300 kg/ha.

LAST_UPDATED2
 
VUB Kedelai Diminati Kelompok Tani Semin PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Kusnoto, S.Sos   
Jumat, 16 Mei 2014 07:53

Produksi Benih kedelai yang dihasilkan oleh Kelompok Tani Dadi Makmur beberapa varietas kedelai diminati petani karena memiliki produksi tinggi dan tahan kekeringan.  Hal tersebut diungkapkan Ngatini Ketua Kelompok Tani Dadi Makmur pada saat Temu Lapang. PTT dan produksi benih kedelai yang diperkenalkan oleh Badan Litbang Pertanian melalui Balitkabi dan pendampingan dari BPTP Yogyakarta, dengan produktivitas diatas rata-rata varietas lokal Ketek putih yang sudah eksis di wilayah Kecamatan Semin, Kabupaten Gunungkidul.

Temu Lapang dilaksanakan pada hari Selasa (13/5) di Dusun Bendungan, Desa Sumberejo, Kecamatan Semin, Kabupaten Gunungkidul. Peserta Temu Lapang sebanyak 170 orang terdiri dari Dinas dan instansi terkait yaitu Dinas Pertanian DIY, Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Gunungkidul, BP2KP Kabupaten Gunungkidul, Penyuluh BPP Kecamatan Semin, Muspika Kecamatan Semin (kecamatan, Koramil, Polsek) dan anggota kelompok tani pembudidaya dan penangkar benih kedelai dari KT. Dadi Makmur, Dadi Mulyo, Ngudi Mulyo dan Ngudi Raharjo Dusun Bendungan dan Sambirobyong, Desa Sumberejo, Kecamatan Semin. Tujuan Temu Lapang adalah (1) Menginformasikan penerapan inovasi teknologi varietas unggul Kedelai melalui pendekatan PTT, (2) Menginformasikan teknologi produksi benih Kedelai, (3) Mempercepat proses adopsi inovasi teknologi penggunaan varietas unggul Kedelai yaitu: Argomulyo, Kaba, Dering 1, Gema dan Wilis melalui pendekatan PTT. Materi Temu Lapang adalah: (1) Display PTT Kedelai produk Badan Litbang (Argomulyo, Kaba, Dering 1 dan Gema) seluas 1 ha, (2) Pendampingan produksi benih kedelai varietas Wilis seluas 2,5 ha dan (3) Panen kedelai kegiatan display Pendampingan PTT Kedelai. Hasil produksi Display VUB Kedelai yaitu: Argomulyo 10,75 – 28,31 ku/ha, Kaba 24,21 ku/ha, Dering 1 26,57 ku/ha, Gema 10,63 – 15,53 ku/ha dan Wilis 10,00 ku/ha.

Sambutan Kepala Dinas Pertanian dan Hortikultura Kabupaten Gunungkidul diwakili oleh Suroto, SP mengatakan bahwa Temu lapang PTT dan Pruduksi Benih Kedelai ini memilih lokasi di Kecamatan Semin Kabupaten Gunungkidul sangat tepat karena Kecamatan Semin merupakan sentra produksi kedelai. Harapannya agar para petani di lokasi ini harus dapat melanjutkan dan melestarikan sistem PTT kedelai dan produksi benih kedelai dan  inovasi teknologi dapat dilestarikan dan ditularkan kepada petani yang lain. Agar produktivitas budidaya dan perbenihan kedelai di daerah Kabupaten Gunungkidul dapat ditingkatkan  untuk mempertahankan predikat sebagai sentra produksi kedelai di DIY.

Kepala BPTP Yogyakarta yang diwakili Kasi KSPP Sinung Rustijarno, SPi. MSi mengatakan bahwa  pendampingan PTT dan Produksi Benih Kedelai oleh BPTP Yogyakarta merupakan mandat dari Badan Litbang Pertanian untuk mengawal inovasi teknol;ogi kedelai agar produktivitas dan intensifikasi budidaya kedelai menuju swasembada dapat tercapai. Display VUB kedelai Argomulyo, Kaba, Dering 1, Gema dan Wilis yang diperkenalkan dalam PTT dan Produksi Benih Kedelai ini harapannya dapat disebarluaskan kepada petani lain di wilayah Kabupaten Gunungkidul. Sambutan dari Balitkabi Malang mewakili Badan Litbang Pertanian oleh Profesor Marwoto mengapresiasi hasil yang sudah dicapai melalui kerjasama dan kemitraan yang terjalin baik melalui kegiatan pendampingan. Selanjutnya dikatakan bahwa petani pelaksana kegiatan PTT dan produksi benih kedelai harus dapat melanjutkan inovasi teknologi yang sudah diperkenalkan oleh BPTP Yogyakarta melalui penerapan komponen  dasar dan komponen pendukung PTT  kedelai, mampu menyebarluaskan inovasi teknologi ke petani di sekitarnya agar produktivitas dan intensifikasi kedelai tercapai dan para petani mendapat nilai tambah hasil usahatani kedelai melalui kegiatan produksi benih.

LAST_UPDATED2
 


JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL
Joomla Templates by JoomlaVision.com