Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
benih jebol
Aplikasi Balitbangtan
Tikus
Proquest
100 Teknologi

Galeri Foto

Kalender Kegiatan

NOEVENTS

Info Aktual


Modernisasi Infrastruktur Kebun Percobaan PDF Cetak E-mail
Oleh Administrator   
Kamis, 11 Januari 2018 08:10

Kementerian Pertanian menetapkan tahun 2018 sebagai tahun perbenihan.  Badan Litbang Pertanian melalui BPTP  sebagai ujung tombak di daerah telah membangun infrastruktur kebun percobaan guna mendukung perbenihan. Kedepan peran BPTP Yogyakarta mengemban tugas yang strategis dalam pembangunan pertanian sebagai penyediaan benih bagi masyarakat di wilayah Yogyakarta.

Kepala Badan Litbang Pertanian Dr. M. Syakir saat mengunjungi kebun percobaan BPTP Yogyakarta Minggu (6/1/2018) mengatakan semua balai penelitian dan BPTP diharapkan melakukan modernisasi infrastruktur kebun percobaan untuk menunjang produksi benih. Beliau mencontohkan modernisasi yang dilakukan seperti BB Mekanisasi Pertanian Serpong dilakukan secara digital dan dapat dikontrol dari luar. Dengan modernisasi kebun percobaan waktu tanaman tidak lagi tergantung pada musim.

Sebelum mengunjungi kebun percobaan, Kepala Badan Litbang Pertanian Dr. M Syakir memberikan arahan dan pembinaan kepada peneliti dan penyuluh BPTP Yogyakarta. Beliau berharap kepada peneliti dan penyuluh, hasil inovasi penelitian pertanian harus bermuara terhadap program strategis Kementerian Pertanian. Peneliti dan penyuluh BPTP bergandengan dalam menghasilkan penelitian terapan. Sehingga  hasil penelitian dapat ditranfers secara cepat oleh penyuluh. Peran penyuluh diperlukan untuk mengembangkan tulisan primer mentransformasi menjadi informasi popular yang dibutuhkan petani. Dilanjutkan penandatangan prasasti pemanfaatan gedung Kelompok Pengkaji BPTP Yogyakarta dan Prasasti Wisma BPTP Yogyakarta.

LAST_UPDATED2
 
Seminar Penajaman Proposal 2018 BPTP Yogyakarta PDF Cetak E-mail
Oleh Dra. Tarfuah   
Rabu, 10 Januari 2018 10:41

BPTP Yogyakarta  hari Selasa (9/1/2018) melaksanakan  “Seminar Penajaman Proposal  Kegiatan Pengkajian dan Diseminasi TA. 2018”, bertempat di ruang Aula Balai,  diikuti oleh peneliti  dan penyuluh BPTP Yogyakarta, sebagai pembahas dan evaluator selain peneliti senior BPTP Yogyakarta juga dari  Dinas Pertanian  DIY dan Bappeda DIY.

Agung Iswadi, MSc sebagai ketua  pelaksana dalam laporannya menyampaikan bahwa seminar ini akan dilaksanakan selama 2 hari,  mempresentasikan 9 proposal kegiatan penelitian  tingkat pengkajian (ROPP) dan 34 proposal kegiatan diseminasi (RODHP) di lingkup BPTP Yogyakarta T.A. 2018, selain itu dipresentasikan pula hasil kegiatan BPTP Yogyakarta yang telah dilaksanakan pada T.A. 2017. Dengan harapan seminar tersebut dilaksanakan agar dokumen laporan hasil kegiatan yang telah dilaksanakan dan proposal yang dihasilkan dapat lebih sempurna dan sesuai dengan rambu rambu dan pedoman BBP2TP Badan Litbang Pertanian.

Dr. Sugeng Widodo selaku koordinator program dan evaluasi menyampaikan bahwa seminar ini  dilaksanakan untuk saling asih, asah dan asuh, dalam rangka mendapat gambaran yang jelas tentang kegiatan yang akan dilaksanakan. Tujuannya untuk menajamkan: judul, tujuan, keluaran, dampak, metodologi, analisis yang digunakan, dan rencana kerja yang akan dilaksanakan dengan harapan mendapatkan keluaran litkaji baik sesuai dengan panduan, arahan Kepala Badan Litbang Pertanian dan Kepala BBP2TP untuk mendukung program strategis Kementerian Pertanian. Seminar dibuka oleh Kepala Sub Bagian Tata Usaha  Ir. Erna Winarti, MP.

Kepala BPTP Yogyakarta Dr. Joko Pramono, dalam sambutannya menyatakan bahwa seminar ini adalah ajang bagi kita untuk saling asih, asah dan asuh, dengan tim pembahas orang orang yang cukup kompatibel dan terpilih supaya dapat memberikan koreksi dan  masukan agar berbenah diri untuk lebih baik, arah litkaji sesuai dengan juklak dan juknis, dan untuk mempertajam proposal. Pelaksana kegiatan harus menjalankan sebagaimana yang disampaikan tim pembahas dan evaluator. Sebagaimana arahan menteri pertanian bahwa kegiatan UK dan UPT tahun 2018 untuk mendukung program pengentasan kemiskinan dimasing masing wilayah, kegiatan diseminasi dikombinasikan dengan daerah kantong kantong kemiskinan. Dengan mengundang pembahas dari luar BPTP  yaitu dari Dinas Teknis terkait dan Bappeda  sebagai mitra BPTP agar terjadi sinkron kegiatan yang bersinergi, sehingga  kegiatan litkaji mampu mendukung program daerah, dan mampu memberi warna dalam pembangunan wilayah sebagaimana arahan Kepala Badan Litbang Pertanian.

Dalam kesempatan tersebut Kepala Balai Dr. Joko Pramono juga menyampaikan BPTP harus siap dan mendukung penuh kebijakan yang sedang difokuskan seperti pengembangan lumbung pangan berorientasi ekspor di wilayah perbatasan dan pengembangan pangan di wilayah penyangga kota besar. Pengembangan komoditas unggulan daerah serta program penting tahun 2018, yaitu program perbenihan Kementerian Pertanian.

LAST_UPDATED2
 
Panen Padi di Lahan Kering PDF Cetak E-mail
Oleh Administrator   
Selasa, 09 Januari 2018 14:38

Gunungkidul, 9 Januari 2018. Bertempat di Desa Melikan, Kecamatan Rongkop Kabupaten Gunungkidul dilaksanakan panen bersama oleh Wakil Bupati Gunungkidul, Kepala Badan SDM Kementan, Kapusdik BPPSDMP, Kepala BPTP Yogyakarta, Aster Korem Pamungkas, Dandim 0730 Gunungkidul, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Guningkidul di lahan tadah hujan.

Kepala Badan SDM Momon Rusmono menyampaikan bahwa safari panen oleh jajaran Kementan dimaksudkan untuk memastikan dan mengabarkan pada masyarakat bahwa pada masa paceklik Nopember - Januari seperti sekarang ini di berbagai wilayan Indonesia tetap ada Panen dan stok pangan cukup, sehingga tidak perlu import beras. Hal ini diamini petani Desa Melikan yg berharap pemerintah tidak impor beras yang akan merugikan petani.

Produktivitas padi lokal Segreng  yang dipanen di Desa Melikan, Kecamatan Rongkop adalah 5,12 ton hektar Gabah kering. Lahan pertanian di desa ini seluas 252 hektar dan yang siap panen seluas 20 hektar.

Kepala BPTP Balitbangtan Yogyakarta Joko Pramono, menyampaikan bahwa Kementan juga mendorong pengembangan varietas unggul lokal spesifik dalam kerangka pelestarian Sumber Daya Genetik. Varietas unggul lokal Segreng punya kelebihan umur genjah, tahan kering dan OPT serta harga lebih tinggi dari beras putih. Untuk meningkatkan produktivitas BPTP Yogyakarta telah melakukan introduksi  varietas Inpari 24 (beras merah) yang  potensi hasilnya bisa mencapai 6-7 ton hektar.

Wakil Bupati Gunungkidul Immawan Wahyudi memberikan keterangan bahwa Gunungkidul pada tahun sebelumnya suplus beras 105.000 ton  dan meyakini tahun ini juga surplus, para petani khususnya di lahan tadah hujan punya kebiasaan menyimpan hasil panen untuk konsumsi sehari hari  hingga tiba musim panen berikutnya, sehingga ketahanan pangan rumah tangga petani Gunungkidul cukup bagus.

Hadir acara panen Wakil Bupati, Kepala Badan SDM Kementan, Kepala BPTP DIY, Aster Korem Pamungkas, Dandim 0730 Gunungkidul, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan  Kabupaten Gunungkidul, Polri, Bulog, Barantan DIY, STTP, Camat Rongkop, PPL, THL Petani dll.

LAST_UPDATED2
 
Kementan Safari Panen Padi di Bantul PDF Cetak E-mail
Oleh Administrator   
Selasa, 09 Januari 2018 13:14

Kementerian Pertanian melalui Kepala Badan Litbang Pertanian Dr. Muhammad Syakir melakukan safari panen padi di dua lokasi di Kabupaten Bantul, DIY pada hari Senin (8/1/2018). Panen pertama  dilakukan di Kelompok Tani Boga Lestari Dusun Samben,  Desa Argomulyo, Kecamatan Sedayu Kabupaten Bantul Yogyakarta pada hamparan 25 hektar dengan produktifitas mencapai 8,096 ton per hektar gabah kering panen. 
Panen ke dua di Kelompok Tani Subur Makmur Dusun Klisat, Desa Srihardono Pundong pada hamparan persawahan seluas 2 hektar hasil panen ubinan mencapai 8,2  ton per hektar.


Panen padi kali  ini merupakan keberhasilan penerapan program UPSUS menggunakan varietas unggul dan penggunaan alsintan. Keberhasilan ini tidak terlepas dari kerjasama dinas pertanian, pemerintah daerah dan TNI Bantul serta Bulog. Dukungan sarana irigasi,  indeks pertanaman dapat ditingkatkan. sehingga sepanjang tahun bisa tanam, bisa panen.  Tiada hari tanpa tanam dan tiada hari tanpa panen sehingga suplai beras selalu ada ungkap Dr. Muhammad Syakir disela-sela panen di Dusun Argomulyo.


Selain itu, Kecamatan Sedayu diharapkan mampu meningkat produktivitasnya setelah pemberian bantuan berupa benih padi sumber varietas unggul Inpari 30 dari Badan Litbang Pertanian melalui BPTP Yogyakarta. Benih padi dapat ditanam pada lahan sekitar 16 hektar dan akan menghasilkan benih padi untuk mencukupi 3.000 hektar, karena benihnya masih bisa dikembangkan menjadi benih bisa mencukupi benih 15.000 hektar. Ini baru satu kecamatan saja, kalau dilakukan terus menerus, diharapkan Bantul bisa giring DIY jadi mandiri benih, ungkap Dr. Syakir.

Upaya peningkatan produksi padi di Kecamatan Sedayu menurut  Fauzan Camat Sedayu dengan membuat rubuhan (rumah burung hantu) untuk pengendalian hama tikus. Rubuhan ini merupakan salah program kecamatan untuk mengangkat Kecamatan Sedayu menjadi Kecamatan  Wisata.

Supardal selaku Mantri Tani Kecamatan Sedayu, sistem tanam padi para petani kebanyakan menggunakan jajar legowo 4 dan 6. Sedangkan pemanfaatan alat tanam transplater maupun .alat panen power harvest saat ini masih dalam tahap pengenalan mengingat keterbatasan tenaga kerja sebagian besar usia sudah tua.

LAST_UPDATED2
 
Petani Balong Gunungkidul Gembira Bisa Panen Padi Lebih Awal PDF Cetak E-mail
Oleh Administrator   
Jumat, 05 Januari 2018 08:22

Petani Desa Balong Girisubo Gunungkidul tampak gembira bisa panen padi bersama Wakil Bupati Gunungkidul Immawan Wahyudi didampingi Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul Ir. Bambang Wisnu, Kepala BPTP Yogyakarta Dr. Joko Pramono beserta Dandim Gunungkidul hari Kamis (4/1/2018).

Panen padi di Gunungkidul wilayah selatan kali ini merupakan panen padi lebih awal dibandingkan tempat lain di wilayah Kabupaten Gunungkidul bagian tengah maupun bagian utara. Panen padi pertama,  jenis Segreng (padi merah) di Dusun Ngrombo I Desa Balong Girisubo Gunungkidul dengan produktifitas  4,54 ton per hektar gabah kering panen. Kemudian panen kedua, di Dusun Widoro Desa Balong Girisubo jenis yang sama produktifitas 8,96 ton per hektar gabah kering panen.

Hasil panen padi yang telah dicapai menurut Dr. Joko Pramono sudah cukup bagus, namun potensi peningkatan produksi masih berpeluang bisa ditingkatkan dan menjadi tanggung jawab Badan Litbang Pertanian untuk melakukan pendampingan penerapan inovasi teknologi bersinergi dengan dinas pertanian setempat.

Varietas unggul yang dapat introduksikan untuk mendongkrak produksi yakni Inpari 19 memiliki umur pendek. Dengan mengatur majemen waktu, mampu meningkatkan panen dari satu kali menjadi dua kali dalam setahun  seperti yang telah diujikan di Wareng. Untuk beras merah Badan Litbang memiliki varietas berpotensi produksi 7-8 ton yakni Inpari 24 Cuma umurnya agak panjang.

Sementara Wakil Bupati Gunungkidul Imawan Wahyudi mengatakan target peningkatan pertanian dengan melihat potensi di Desa Balong luar biasa, pertama dengan perbaikan majemen waktu. Perbedaan waktu sepuluh sampai  dua puluh hari sangat berarti dalam dunia pertanian. Perbaikan kedua melalui teknik pertanian dengan support berbagai teknologi yang lebih maju dan canggih.

Masyarakat harus diapresiasi,  petanilah digarda terdepan, meraka menghadapi masalah yang konkrit, melakukan solusi yang kongkrit dan berdampak kongkrit.

LAST_UPDATED2
 

Warning: Illegal string offset 'active' in /var/vhosts/yogya/public/ind/templates/Template_Ver2.1/html/pagination.php on line 129

Warning: Illegal string offset 'active' in /var/vhosts/yogya/public/ind/templates/Template_Ver2.1/html/pagination.php on line 135

Warning: Illegal string offset 'active' in /var/vhosts/yogya/public/ind/templates/Template_Ver2.1/html/pagination.php on line 129

Warning: Illegal string offset 'active' in /var/vhosts/yogya/public/ind/templates/Template_Ver2.1/html/pagination.php on line 135

Warning: Illegal string offset 'active' in /var/vhosts/yogya/public/ind/templates/Template_Ver2.1/html/pagination.php on line 129

Warning: Illegal string offset 'active' in /var/vhosts/yogya/public/ind/templates/Template_Ver2.1/html/pagination.php on line 135

Warning: Illegal string offset 'active' in /var/vhosts/yogya/public/ind/templates/Template_Ver2.1/html/pagination.php on line 129

Warning: Illegal string offset 'active' in /var/vhosts/yogya/public/ind/templates/Template_Ver2.1/html/pagination.php on line 135

Warning: Illegal string offset 'active' in /var/vhosts/yogya/public/ind/templates/Template_Ver2.1/html/pagination.php on line 129

Warning: Illegal string offset 'active' in /var/vhosts/yogya/public/ind/templates/Template_Ver2.1/html/pagination.php on line 135

Warning: Illegal string offset 'active' in /var/vhosts/yogya/public/ind/templates/Template_Ver2.1/html/pagination.php on line 129

Warning: Illegal string offset 'active' in /var/vhosts/yogya/public/ind/templates/Template_Ver2.1/html/pagination.php on line 135

Warning: Illegal string offset 'active' in /var/vhosts/yogya/public/ind/templates/Template_Ver2.1/html/pagination.php on line 129

Warning: Illegal string offset 'active' in /var/vhosts/yogya/public/ind/templates/Template_Ver2.1/html/pagination.php on line 135

Warning: Illegal string offset 'active' in /var/vhosts/yogya/public/ind/templates/Template_Ver2.1/html/pagination.php on line 129

Warning: Illegal string offset 'active' in /var/vhosts/yogya/public/ind/templates/Template_Ver2.1/html/pagination.php on line 135

Warning: Illegal string offset 'active' in /var/vhosts/yogya/public/ind/templates/Template_Ver2.1/html/pagination.php on line 129

Warning: Illegal string offset 'active' in /var/vhosts/yogya/public/ind/templates/Template_Ver2.1/html/pagination.php on line 135

Warning: Illegal string offset 'active' in /var/vhosts/yogya/public/ind/templates/Template_Ver2.1/html/pagination.php on line 129

Warning: Illegal string offset 'active' in /var/vhosts/yogya/public/ind/templates/Template_Ver2.1/html/pagination.php on line 135


JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL
Joomla Templates by JoomlaVision.com
instagram takipçi hilesi hacklink c99 shell Google