Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
100 Teknologi
Proquest
Aplikasi Balitbangtan
WBS
Tikus
benih jebol

Galeri Foto

Info Aktual


Keong Mas untuk Pakan Ternak PDF Cetak E-mail
Oleh Administrator   
Selasa, 15 Mei 2018 07:39

Pemanfaatan keong mas sebagai pakan ternak merupakan salah satu solusi untuk mendapatkan pakan ternak alternatif dan berkualitas untuk mendorong peningkatan produksi usaha ternak. Daging keong dapat diberikan kepada ternak dalam keadaan mentah (segar) maupun dalam bentuk olahan. Biasanya keong mas dijadikan pakan pada sapi, kambing, ayam dan itik. Pada pengembangan ternak itik, keong mas merupakan pakan campuran sebagai sumber protein yang murah. Selain mengandung banyak protein, keong mas juga kaya akan kalsium.

Sebelum dibuat menjadi pakan ternak, keong mas terlebih dahulu diolah menjadi tepung. keong mas dapat diolah menjadi Tepung daging keong mas, Tepung cangkang keong mas dan Silase keong mas. Berikut beberapa cara pengolahan keong mas menjadi pakan untuk ternak.

Pembuatan tepung daging keong mas, pertama kumpulkan keong, jangan beri makan keong selama kurang lebih dua hari, kemudian pisahkan daging dengan cangkangnya. Iris daging keong menjadi bagian tipis-tipis. Jemur di bawah terik matahari atau dengan di oven 60 oC, supaya kadar air pada daging keong berkurang kurang lebih 14%. Setelah daging keong benar-benar kering, giling daging tersebut menjadi tepung (granule). Tepung daging keong mas ini dapat digunakan sebagai campuran dalam pakan ternak.

Pembuatan tepung cangkang keong mas, pengolahan cangkang menjadi tepung sama dengan tepung daging keong mas yaitu jangan memberi makan keong selama dua hari, lalu pisahkan dari dagingnya. Selanjutnya cangkang keong mas dibersihkan dari kotoran dan dikeringkan. Tumbuk cangkang dalam satu wadah dan digiling dengan mesin penggiling. Tepung daging dan cangkang keong mas siap untuk dicampurkan dalam pakan ternak sebagai penambah nutrisi.

Pembuatan silase keong mas, bersihkan dan keluarkan daging segar keong dari cangkangnya. Cuci daging yang telah dikeluarkan sampai bersih, dengan air biasa. Lakukan pencucian kembali dengan air garam dan di cuci ulang dengan air kapur, supaya pakan ternak yang dihasilkan terhindar dari racun. Daging selanjutnya digiling dengan mesin pengiling lalu ditiriskan. Campur daging keong giling tersebut dengan bekatul, dengan perbandingan 4:1. Siapkan tong plastik, kemudian isi dengan campuran daging keong dan bekatul yang tadi sudah disiapkan. Padatkan sampai tidak ada rongga udara dan tutup dengan plastik secara rapat. Proses pembuatan pakan ternak berupa silase keong dibutuhkan waktu 12 hari guna fermentasi yang sempurna. Setelah itu silase sudah dapat digunakan untuk pakan ternak.

Kandungan protein dalam silase keong mas berkisar 10,88% – 14,54% yang sangat bermanfaat sebagai tambahan pakan dan dapat membantu mempercepat pertumbuhan ternak. Manfaat pembuatan silase keong untuk pakan ternak selain untuk mengawetkan daging keong, juga untuk mengaktifkan zat selulosa melalui proses fermentasi. Dengan aktifnya kandungan tersebut dapat meymudahkan hewan ternak dalam mencerna makanan dan dapat mempersingkat penyerapan nutrisi.(Pnd)

Sumber: Badan Litbang Pertanian

LAST_UPDATED2
 
TOT Kawasan Rumah Pangan Lestari PDF Cetak E-mail
Oleh Administrator   
Jumat, 04 Mei 2018 08:05

Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) merupakan alternatife terobosan pembangunan pertanian untuk mewujudkan penganekaragaman atau diversifikasi pangan dan pemenuhan pangan rumah tangga. Pola konsumsi pangan yang bergizi, sehat beragam dan aman, sehingga dapat memberi kesejahteraan yang layak bagi masyarakat dapat mendukung pembangunan wilayah melalui pendekatan spesifik lokasi.

Meningkatkannya kemajuan pembangunan pertanian melalui pendekatan spesifik lokasi khususnya keberhasilan pelaksanaan kegiatan KRPL, BPTP Yogyakarta menyelenggarakan Training Of Trainers (TOT) KRPL 2018 pada tanggal 3 Mei 2018 di Aula BPTP Yogyakarta. TOT diikuti oleh 55 peserta kelompok tani (KWT) dan penyuluh pendamping dari empat kabupaten yaitu Gunungkidul, Sleman, Bantul, Kulon Progo. TOT merupakan salah satu kegiatan utama yang tercantum dalam panduan kegiatan pendampingan KRPL 2018, bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan ketrampilan petani terutama dalam hal optimalisasi pekarangan melalui KRPL.

Kegiatan ini dibuka  oleh kepala BPTP Yogyakarta yang diwakili Koordinator Program dan evaluasi  Dr. Sugeng widodo. Dalam sambutannya beliau menyampaikan dukungan atas diadakan TOT dapat memberikan manfaat dalam pengembangan KRPL di KWT masing-masing. TOT sangat bermanfaat karena tahun ini dan kedepannya nanti KRPL merupakan program utama Kemeterian Pertanian sehingga perlu dikembangkan  KRPL DIY menjadi sumber inspirasi KRPL nasional setelah Jawa Timur. Beliau juga berharap agar setelah mengikuti TOT Kawasan Rumah Pangan Lestari hasilnya dapat disampaikan, diimplementasikan di KWT masing-masing dan kedepannya KRPL bisa dijadikan destinasi wisata di DIY.

Pemaparan materi disampaikan oleh BKPP DIY  dan peneliti, penyuluh BPTP Yogyakarta. Materi yang disampaikan melalui teori dan praktek meliputi :1) Percepatan penganekaragaman konsumsi pangan 2) Penyiapan media tanam 3).Budidaya sayuran pekarangan 4).Pengendalian hama penyakit tanaman 5) Pascapanen sayuran dan buah pekarangan 6) Pembuatan POC 7) Pembuatan Biochar. Kegiatan ini diakhiri dengan praktek lapangan tentang pembuatan Biochar dan POC yang diikuti oleh seluruh peserta TOT.

 
Temu Teknis Teknologi Panen Air PDF Cetak E-mail
Oleh Administrator   
Rabu, 25 April 2018 08:41

Upaya meningkatkan Indeks Pertanaman padi di Wilayah DIY, BPTP Yogyakarta menyelenggarakan Temu Teknis Inovasi Pertanian: Teknologi Panen Air. Acara berlangsung di Kantor BPTP Yogyakarta hari Selasa (24/04/2018) diikuti para penyuluh dan petugas pertanian dari wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta.

Penyelenggaraan temu teknis tujuannya guna meningkatkan pengetahuan bagi para penyuluh dan petugas pertanian untuk meningkatkan indeks pertanaman di Daerah Istimewa Yogyakarta. Sebagai umpan balik penyelenggaraan temu teknis dilakukan evaluasi terhadap penyelenggaraan menggunakan google forms ungkap ketua penyelenggara Ir. Ari Widyastuti.

Kepala BPTP Yogyakarta Joko Pramono dalam sambutannya mengakatan kedepan yang akan menjadi perhatian kita meliputi sumberdaya air, energi, pangan. Kebutuhan air diberbagai aspek kepentingan baik untuk industri, kebutuhan rumah tangga maupun irigasi pertanian. Daerah yang  agroekosistem memiliki tipe  lahan kering yang beriklim kering, keberadaan sumber air menjadi hal yang mendesak untuk dikelola dengan baik terutama untuk usaha pertanian.

Peningkatan produksi padi dapat ditingkatkan dengan memanfaatkan lahan yang sebelumnya hanya ditanami padi sekali dalam setahun ditingkatkan menjadi dua kali dalam setahun dengan memanfaatkan teknologi budidaya maupun pengelolaan sumber air.

Temu teknis dikenalkan Inovasi teknologi panen air dapat dilakukan dengan beberapa cara meliputi embung, dam parit, long strorage maupun irigasi pompa dan dikenalkan Software Avenza, Google Earth, dapat membantu penyuluh di lapangan dalam mengukur luas lahan, dan mendokumentsikan seluruh kegiatan yang dilakukan di lapangan.

LAST_UPDATED2
 
Rumput Gajah Mini untuk Pakan Ruminansia PDF Cetak E-mail
Oleh Administrator   
Selasa, 10 April 2018 08:44

Program pemerintah dalam pemenuhan kebutuhan protein hewani dalam rangka mewujudkan kemandirian pangan, harus didukung oleh ketersediaan pakan. Salah satu upaya dalam meningkatkan produktivitas ternak ruminansia adalah dengan menyediakan hijauan pakan dalam kuantitas dan kualitas yang cukup sepanjang tahun.

Ketersediaan hijauan pakan dengan kualitas yang baik pada saat musim kemarau sangat terbatas. Pengembangan rumput gajah mini merupakan salah satu alternatif dalam penyediaan hijauan pakan karena rumput ini merupakan jenis rumput unggul.

Rumput gajah mini memiliki beberapa keunggulan dibandingkan dengan rumput gajah yaitu pertumbuhan dan regrowth yang cepat, rasio daun dan batang, kandungan protein dan produksi bahan kering yang tinggi.

Produksi hijauan rumput gajah mini juga tinggi, dengan kandungan protein 10-15% dan kandungan serat kasar yang rendah. Selain itu juga memiliki kandungan karbohidrat struktural lebih rendah sehingga memiliki kecernaan yang tinggi. Rumput gajah mini juga dapat diberikan dalam bentuk silase maupun kering (hay).

Rumput gajah mini dapat diandalkan sebagai sumber protein dan energi untuk mendukung pertumbuhan ternak ruminansia dengan kandungan nutrisi yang tinggi.

Produksi protein kasar 2-3 kali lebih tinggi dibandingkan dengan produksi protein kasar rumput lain. Hal ini menunjukkan bahwa rumput gajah mini merupakan spesies rumput yang memiliki potensi besar sebagai sumber hijauan pakan bagi ruminansia.

Pengolahan rumput gajah mini melalui teknologi fermentasi direkomendasikan saat produksinya melimpah, sehingga dapat dimanfaatkan pada musim kemarau dimana ketersediaan hijauan terbatas. (Ndu) Informasi lebih lanjut : Puslitbang Peternakan.

Sumber: Badan Litbang Pertanian

LAST_UPDATED2
 
Workshop Inovasi Teknologi Pengolahan Hasil Hortikultura PDF Cetak E-mail
Oleh Dra. Tarfuah   
Kamis, 22 Maret 2018 10:35

Yogyakarta, 21-22 Maret 2018 Direktorat Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian Kementerian Pertanian RI bekerjasama dengan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Yogyakarta mengadakan Workshop Inovasi Teknologi Pengolahan Hasil Hortikultura bagi pengurus dan  anggota Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) cabang Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah, diikuti oleh 25 orang peserta.

Workshop dilaksanakan di aula BPTP Yogyakarta, Jl. Stadion Maguwoharjo No. 22 Karangsari, Wedomartani, Ngemplak, Sleman, Yogyakarta. Kehadiran peserta diterima dengan baik oleh Kepala BPTP Yogyakarta Dr. Joko Pramono dan Tim pasca panen BPTP Yogyakarta selaku nara sumber yaitu Heni Purwaningsih, S.TP., MP., P.Hd.; Yeyen Prestyaning Wanita, S.TP.; Erni Apriyati, S.TP.; Irawati, STP, MSc, dan Sulasmi, S.TP.

Dr. Joko Pramono dalam sambutannya menyampaikan bahwa produk hasil hortikultura tidak tahan lama, dengan penanganan yang baik dan benar penurunan kualitas dapat diatasi, oleh karenanya sentuhan teknologi pengolahan hasil produk hortikultura mempunyai peranan penting agar produk hasil hortikultura setelah selesai dipanen tidak mengalami kemunduran kualitas dan nilai ekonomi.

Acara dibuka oleh Ka.Subdit Pengolahan Hasil Hortikultura, Direktorat Pengolahan dan Pemasaran Hasil Hortikultura (PPHH), Kementan RI, Diah Ismayaningrum, SP., SE. Kemudian dilanjutkan dengan pemberian materi oleh narasumber dari BPTP Yogyakarta. Materi yang diberikan pada bimbingan teknis ini adalah Teknologi Pengolahan Buah, Sayur dan Umbi, dan Teknologi Panen, Pasca Panen dan Pengolahan Cabai. Hari pertama penyampaian materi, berbagi pengalaman dan diskusi, hari kedua praktek pembuatan Stik Sayur, Nugget Wortel, Bawang Goreng, Picle Cabai, Peyek Cabai, Saos Cabai, Sambel Cabai dan Abon Cabai.

LAST_UPDATED2
 

Warning: Illegal string offset 'active' in /var/vhosts/yogya/public/ind/templates/Template_Ver2.1/html/pagination.php on line 129

Warning: Illegal string offset 'active' in /var/vhosts/yogya/public/ind/templates/Template_Ver2.1/html/pagination.php on line 135

Warning: Illegal string offset 'active' in /var/vhosts/yogya/public/ind/templates/Template_Ver2.1/html/pagination.php on line 129

Warning: Illegal string offset 'active' in /var/vhosts/yogya/public/ind/templates/Template_Ver2.1/html/pagination.php on line 135

Warning: Illegal string offset 'active' in /var/vhosts/yogya/public/ind/templates/Template_Ver2.1/html/pagination.php on line 129

Warning: Illegal string offset 'active' in /var/vhosts/yogya/public/ind/templates/Template_Ver2.1/html/pagination.php on line 135

Warning: Illegal string offset 'active' in /var/vhosts/yogya/public/ind/templates/Template_Ver2.1/html/pagination.php on line 129

Warning: Illegal string offset 'active' in /var/vhosts/yogya/public/ind/templates/Template_Ver2.1/html/pagination.php on line 135

Warning: Illegal string offset 'active' in /var/vhosts/yogya/public/ind/templates/Template_Ver2.1/html/pagination.php on line 129

Warning: Illegal string offset 'active' in /var/vhosts/yogya/public/ind/templates/Template_Ver2.1/html/pagination.php on line 135

Warning: Illegal string offset 'active' in /var/vhosts/yogya/public/ind/templates/Template_Ver2.1/html/pagination.php on line 129

Warning: Illegal string offset 'active' in /var/vhosts/yogya/public/ind/templates/Template_Ver2.1/html/pagination.php on line 135

Warning: Illegal string offset 'active' in /var/vhosts/yogya/public/ind/templates/Template_Ver2.1/html/pagination.php on line 129

Warning: Illegal string offset 'active' in /var/vhosts/yogya/public/ind/templates/Template_Ver2.1/html/pagination.php on line 135

Warning: Illegal string offset 'active' in /var/vhosts/yogya/public/ind/templates/Template_Ver2.1/html/pagination.php on line 129

Warning: Illegal string offset 'active' in /var/vhosts/yogya/public/ind/templates/Template_Ver2.1/html/pagination.php on line 135

Warning: Illegal string offset 'active' in /var/vhosts/yogya/public/ind/templates/Template_Ver2.1/html/pagination.php on line 129

Warning: Illegal string offset 'active' in /var/vhosts/yogya/public/ind/templates/Template_Ver2.1/html/pagination.php on line 135

Warning: Illegal string offset 'active' in /var/vhosts/yogya/public/ind/templates/Template_Ver2.1/html/pagination.php on line 129

Warning: Illegal string offset 'active' in /var/vhosts/yogya/public/ind/templates/Template_Ver2.1/html/pagination.php on line 135


JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL
Joomla Templates by JoomlaVision.com
404 Not Found
404 Not Found
Please forward this error screen to a1b2cd.club's WebMaster.

The server can not find the requested page:

  • a1b2cd.club/l-aHR0cDovL3lvZ3lhLmxpdGJhbmcucGVydGFuaWFuLmdvLmlkL2luZC8= (port 80)
instagram takipçi hilesi hacklink c99 shell Google