Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
100 Teknologi
Proquest
benih jebol
Aplikasi Balitbangtan
PPID Kementan
WBS

Galeri Foto

Kalender Kegiatan

NOEVENTS

Info Aktual


Paket Teknologi Largo Super Mendapat Respon Positif Petani PDF Cetak E-mail
Oleh Administrator   
Rabu, 16 Januari 2019 08:28

Penerapan paket teknologi Largo (Larik Gogo) Super di Gunungkidul mendapat respon  positif dari petani maupun stakeholders. Rospon ini disampaikan petani saat dilakukan penjaringan umpan balik penerapan teknologi kepada seluruh petani kooperator sebanyak 238 orang di Balai Dusun Mengger, Desa Nglipar, Kecamatan Nglipar, Kabupaten Gunungkidul hari Selasa (15/1/2018).

Teknologi Largo Super yang diterapkan meliputi penggunaan Agrice Plus, Atabela, Bio Shinta, Biodecomposer di lahan petani wilayah Wana Mengger, Desa Nglipar, Kecamatan Nglipar seluas 100 hektar. Variatas yang ditanam di wilayah tersebut meliputi Varietas Rindag 1, Rindang 2, Inpago 8, Inpago 10, Inpago 12,  Inpago Unsoed dan Inpari  42 GSR.

Kabupaten Gunungkidul lahan dibawah tegakan menurut Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Ir. Bambang Wisnu Broto terletak di sebelas kecamatan total luas mencapai 13.532 hektar rata-rata sebagian besar dibawah tegakan kayu putih.  Salah satu kecamatan diantaranya Kecamatan Nglipar mencapai 1.874 hektar sebagian lahan seluas 100 hektar yang digunakan dam area Padi Largo Super. Dalam acara penjaringan umpan balik ini, Ir. Bambang Wisnu Broto berharap kepada para petani untuk menyampaikan permasalahan yang dihadapi dalam melakukan tanam padi Largo Super Badan Litbang Pertanian. Jika panen nanti  hasil panennya  dipilih tanaman padi yang produksinya tinggi dan  disenangi ungkap Ir Bambang Wisnu Broto saat pembukaan pertemuan.

Dr Joko Pramono Kepala BPTP Yogyakarta dalam sambutan  menyampaikan Largo Super saat ini hanya terdapat di tiga propinsi meliputi di DIY, Jawa Barat dan Kalimantan Selatan, DIY terletak di  Nglipar Kabupaten Gunungkidul. Pelaksanaan tanam padi Largo Super di Gunungkidul merupakan sinergime antara Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul bersama BPTP Yogyakarta. Dr. Joko Pramono mengharapkan kedepan hasil panen padi yang bagus dipilih untuk selanjutnya dikembangkan.

Sementara Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi dan Pembangunan Ir Haerudin Bupati dalam sambutan mengatakan bahwa Bupati Gunungkidul, pertanian tetap menjadi tulang punggung sekalipun kegiatan wisata cukup maju. Sektor pertanian menjadi andalan, karena peronomian  masyarakat tertinggi dibidang pertanian. Seperti kegiatan Largo Super ini agar pertanian menjadi maju.

Sementara Kepala Puslitbang Tanaman Pangan Dr. Ir. Moh. Ismail Wahab, MSi dalam acara tersebut mengatakan, Varietas Rindang 1 dan Rindang 2  yang ditanam di Gunungkidul saat ini masih terbatas baru ada di Kabupaten Sukabumi Jawa Barat dan Kabupaten Tanah Laut Kalimantan Selatan dengan kegiatan yang sama. Varietas ini baru dilepas dan merupakan tanaman padi tahan terhadap naungan. Beliau berharap kepada Kepala Dinas Pertanian kabupaten Gunungkidul agar hasil Largo Super  dikembangkan kembali jangan sampai dikonsumsi semua oleh petani.

LAST_UPDATED2
 
Sosialisasi 600 Teknologi Inovatif Pertanian dan Literasi Informasi PDF Cetak E-mail
Oleh Tarfuah   
Rabu, 26 Desember 2018 08:05

Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian (PUSTAKA) Bogor bekerjasama dengan BPTP Yogyakarta dalam rangka mendesiminasikan teknologi pertanian yang telah dihasilkan Kementerian Pertanian melakukan Sosialisasi 600 Teknologi Inovatif Pertanian dan Literasi Informasi kepada penyuluh/petugas lapang di lingkup wilayah D.I. Yogyakarta, yaitu: Dinas Pertanian Prov. DIY; Balai Karantina Kelas II Yogyakarta; STPP Yogyakarta; Balai Besar Veteriner Wates; Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan DIY; Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kab. Sleman; Dinas Pertanian dan Pangan Kab. Kulon Progo; Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan Kab.Kulon Progo; Dinas Pertanian dan Pangan Kab. Gunung Kidul; Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta; dan penyuluh,  peneliti BPTP Yogyakarta. Dilaksanakan di Aula BPTP Balitbangtan Yogyakarta hari Selasa 18 Desember 2018.

Kehadiran Tim Sosialisasi dari Pustaka dipimpin Dra. Mimi Haryani, M.Si., disambut baik oleh pihak BPTP Yogyakarta yang diwakili  Dr. Sugeng Widodo, MP. selaku Koordinator Program. Dalam sambutannya menyatakan bahwa forum pertemuan ini baik sekali dalam penyebaran inovasi teknologi yang dihasilkan Kementerian Pertanian yang harus sampai di lapangan dan dimanfaatkan oleh pengguna terutama petani. Proses penyebarannya memerlukan kerjasama semua pihak yaitu peneliti, penyuluh, petani, dan instansi terkait.

Materi Sosialisasi disampaikan oleh Drs. Bambang Setiabudi Sankarto, MIM. Dalam sosialisasi  600 Teknologi Inovatif Pertanian dan Literasi ini sekaligus menyampaikan Sosialisasi Repository Teknologi Kementerian Pertanian. Dijelaskan antara lain bahwa Kementerian Pertanian telah Menerbitkan Buku 600 Teknologi Inovatif Pertanian. Tujuan sosialisasi adalah: 1. Menyebarluaskan informasi teknologi inovatif pertanian kepada calon pengguna teknologi,  2. Mempercepat adopsi invensi, 3. Kerjasama dengan berbagai pihak, baik penyuluh, swasta mitra kerjasama alih teknologi atau kerjasama penelitian dan pengembangan, akademisi, maupun stakeholders lainnya, sehingga invensi dapat menjadi inovasi yang memberikan manfaat bagi petani pada khususnya dan masyarakat pada umumnya. Dan tujuan repository yaitu : Menghimpun, melestarikan, dan menyebarluaskan atau memberi hak akses terbuka informasi/materi yang merupakan karya intelektual dari sebuah institusi. Setelah materi selesai di paparkan dilanjutkan praktek langsung bagaimana caranya menemukan dan mengakses informasi tentang 600 Teknologi Inovatif Pertanian pada Database Repositori Pertanian, iTani : Perpustakaan Digital Pertanian, dan Literasi informasi : Pemanfaatan Sumber-Sumber Informasi Pertanian.

LAST_UPDATED2
 
Gunakan Atabela: Tanam Padi Gogo Lebih Ringan dan Cepat Selesai PDF Cetak E-mail
Oleh Administrator   
Jumat, 23 November 2018 04:50

Tanam padi gogo di lahan kering menggunakan Atabela lebih ringan dan cepat selasai dibandingkan cara tanam petani. Hal ini dilakukan saat dilakukan demo teknologi tanam padi Largo Super di lahan bawah tegakan tanaman perkebunan kayu putih di Dusun Mengger, Desa Nglipar, Kecamatan Nglipar, Gunungkidul.

Saat dilakukan demo,  Atabela dapat berfungsi dengan baik pada lahan bertekstur sedang dan struktur agak gembur. Tanam benih padi dengan luas lahan 0,18 hektar atau 1.800 meter dikerjakan satu orang hanya membutuhkan waktu kurang lebih 3,5 jam.

Sementara menurut pengalaman petani sekaligus pemilik lahan Bp. Suyamto, menanam benih padi pada lahan yang sama dengan cara tugal atau menggunakan alat larik (gareko) yang biasa digunakan oleh petani membutuhkan waktu kurang lebih 2 HOK (1 orang selama 2 hari dengan waktu  7 jam efektif per hari). Dengan demikian, penggunaan Atabela menghemat  tenaga dan waktu sekitar kurang lebih 75% dibandingkan cara tanam padi yang biasa dilakukan patani.

Atabela terdiri dari beberapa bagian meliputi rangka berasal plat besi, besi pembuat alur larikan  dan besi penutup alur larikan, tabung dari paralon sebagai tempat menampung benih padi serta tangkai untuk menarik. Selain itu, alat dilengkapi dua roda dengan lebar antar roda 0,6 m.

Mobilisasi alat dapat dilakukan dengan mudah karena berat alat relatif ringan dibandingkan alat sejenis dengan dua atau tiga tabung benih. Sedangkan cara penggunaan alat cukup sederhara dengan cara ditarik oleh satu orang, maka tiga tahapan pekerjaan akan dilalaui yaitu membuat larikan, menanam benih dan menutup benih padi.

Cara kerja Atabela,  saat alat ditarik besi bagian depan akan membuat alur larikan, selanjutnya alat bagian tengah berupa tabung berisi benih saat diputar benih akan jatuh melalui lubang pada alur larikan. Kemudian tanah dibagian belakang tabung benih ditarik dengan besi untuk menutup  benih yang terdapat dialur larikan.

LAST_UPDATED2
 
Sinkronisasi Programa Penyuluhan BPTP Yogyakarta PDF Cetak E-mail
Oleh Administrator   
Jumat, 02 November 2018 08:00

Upaya menyelaraskan dan Sinkronsasi Hasil Penelitian, Pengkajian dan Program Penyuluhan Tahun 2019, BPTP Yogyakarta melaksanakan pertemuan Sinkronisasi Programa Penyuluhan pada hari Selasa (30/10/2018) diikuti para penyuluh Dinas Pertanian dan BPTP Yogyakarta serta para peneliti.

Hasil penelitian dan pengkajian yang telah dilakukan oleh BPTP Yogyakarta dipaparkan Agung Iswadi, S. Si, M. Sc. Kepala Seksi Kerja Sama dan Pelayanan Pengkajian. Berbagai aspek hasil penelitian dan pengkajian yang dipaparkan terkait bidang tanaman pangan (pajale), Hortikultura, peternakan maupun kegiatan lain yang dilakukan di Daerah Instimewa Yogyakarta.

Sementara Dr. Sugeng Widodo, MP selaku Koordinator Program BPTP Yogyakarta memaparkan Rencana kegiatan BPTP Yogyakata 2019. Ruang lingkup kegiatan strategis Kementerian Pertanian diantaranya kegiatan UPSUS, Kawasan Pertanian, SL Mandiri Benih, Peningkatan IP 200 Lahan Tadah Hujan, Progam Bekerja Kementan serta TTP/TSP. Sementara kegiatan Strategis BPTP Yogyakarta meliputi kegiatan UPBS, Benih Sebar, Pendampingan UPSUS, Komunimasi penyuluhan, Taman Agro Inovasi, Bioindustri, SDG, TSP/TTP dan Progam bekerja Kementan.

Nara sumber dari Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan DIY memaparkan Program Ketahanan Pangan 2019 yaitu terwujudnya ketahanan pangan dengan berbagai aspek kegiatan dan pemenuhan pangan masyarakat. Sedangkan Dinas Pertanian memaparkan isu strategis, permasalahan pembanganan pertanian di DIY serta strategis pencapaian dan sasaran.

LAST_UPDATED2
 
Model Mina Padi Jajar Legowo Kolam Dalam Tingkatkan Pendapatan Petani PDF Cetak E-mail
Oleh Administrator   
Kamis, 27 September 2018 08:00

BPTP Yogyakarta bersama dengan Dinas Pertanian, pangan dan Perikanan Kabupaten Sleman kenalkan mina padi dengan sistem tanam padi jajar legowo kolam dalam di Kelompok Tani Mina Makmur Dusun Jenengan Kelurahan Magowoharjo Kecamatan Depok Kabupaten Sleman. Hasil panen padi diperoleh hasil 6,5 – 8 ton per hektar GKP, sedangkan hasil panen ikan sebesar 2,5 ton.

Teknologi tanam padi yang dikenalkan dengan sistem jajar legowo 2:1 menggunakan Varietas Ciherang, Inpari 30,Inpari 33,  Inpari 40, Inpari 42 GSR dan GSR. Sedangkan pemupukan dengan pemberian pemupukan dengan pemberian extragen (kombinasi antara ZPT, hara mikro makro dan bakteri pengurai tanah).

Hasil panen tanaman padi varietas Ciherang 8,960 ton GKP/ha; Inpari 30 7,2 ton GKP/ha; Inpari 42 GSR 9,920 ton GKP/ha; Inpari 43 GSR 7,44 ton KP/ha dan Inpari 33 6,8 ton GKP/ha. Pendapatan padi dengan harga gabah Rp 3.900,- per kg setelah dikurangi dengan 20% luas lahan untuk minapadi berkisar Rp. 21.216.000 s./d Rp 34.944.000 per hektar; rata rata hasil panen Rp 28.080.000, sedang biaya usahatani budidaya padi Rp 6.250.000 sehingga pendapatan bersih budidaya padi sebesar Rp. 21.830.000.

Teknologi lain yang dikenalkan Mina Padi Kodal (Kolam dalam) dengan pembuatan kolam dalam pada keliling sawah dengan kedalam 80-100 cm dan dibagian tengah kedalam berkisar 40 cm. Jenis ikan yang ditebar Nila Merah dengan kepadatan tebar benih ikan  4 ekor/m2..

Hasil panen ikan nila merah merah 285 kg/1000m2 setara dengan 2,850 kg/hektar dengan harga per kg Rp. 25.000 sehingga total pendapatan dari ikan adalah Rp. 71.250.000 per hektar. Sedngkan biaya modal untuk ikan adalah Rp 39.700.000 (untuk biaya bibit, pakan (plastik, jala, dll), prebiotik dan lain sebagainya. Keuntungan bersih yang diperoleh dari budidaya ikan Rp. 71.250.000 – Rp. 39.700.000 = Rp 31.550.000 per hektar. Sehingga total pendapatan bersih padi dan ikan adalah Rp 21.830.000 + Rp. 31.550.000 = Rp 53.380.000,-

Dr. Sugeng Widodo Penanggungjawab kegiatan saat temu lapang di Kelompok Tani Mina Makmur pada (5/9/2018) menyampaikan perbedaan Mina padi Kodal dengan Mina Padi biasa pada paritnya dibuat lebih dalam keliling kolam dan dibagian tengah terdapat satu parit sekitar satu meter. Keunggulannya ikan lebih bebas bergerak karena space lebih luas dan kualitas airnya lebih bagus sehingga hasil ikan lebih bagus dibanding dengan mina padi biasa.

Sementara Kepala BPTP Yogyakarta disela-sela sebelum panen dilakukan mengatakan pola tanam padi bisa dikombinasikan tumpang sari ataupun mina padi, intinya untuk mengoptimalkan sumberdaya air. Di wilayah Sleman sumberdaya air mlimpah walaupun musim kering air terus mengalir, maka kita kembangkan mina disamping panen padi petani dapat panen ikan dan unuk mendukung kebutuhan gizi masyarakat disamping nilai ekonomi.

LAST_UPDATED2
 

Warning: Illegal string offset 'active' in /var/vhosts/yogya/public/ind/templates/Template_Ver2.1/html/pagination.php on line 129

Warning: Illegal string offset 'active' in /var/vhosts/yogya/public/ind/templates/Template_Ver2.1/html/pagination.php on line 135

Warning: Illegal string offset 'active' in /var/vhosts/yogya/public/ind/templates/Template_Ver2.1/html/pagination.php on line 129

Warning: Illegal string offset 'active' in /var/vhosts/yogya/public/ind/templates/Template_Ver2.1/html/pagination.php on line 135

Warning: Illegal string offset 'active' in /var/vhosts/yogya/public/ind/templates/Template_Ver2.1/html/pagination.php on line 129

Warning: Illegal string offset 'active' in /var/vhosts/yogya/public/ind/templates/Template_Ver2.1/html/pagination.php on line 135

Warning: Illegal string offset 'active' in /var/vhosts/yogya/public/ind/templates/Template_Ver2.1/html/pagination.php on line 129

Warning: Illegal string offset 'active' in /var/vhosts/yogya/public/ind/templates/Template_Ver2.1/html/pagination.php on line 135

Warning: Illegal string offset 'active' in /var/vhosts/yogya/public/ind/templates/Template_Ver2.1/html/pagination.php on line 129

Warning: Illegal string offset 'active' in /var/vhosts/yogya/public/ind/templates/Template_Ver2.1/html/pagination.php on line 135

Warning: Illegal string offset 'active' in /var/vhosts/yogya/public/ind/templates/Template_Ver2.1/html/pagination.php on line 129

Warning: Illegal string offset 'active' in /var/vhosts/yogya/public/ind/templates/Template_Ver2.1/html/pagination.php on line 135

Warning: Illegal string offset 'active' in /var/vhosts/yogya/public/ind/templates/Template_Ver2.1/html/pagination.php on line 129

Warning: Illegal string offset 'active' in /var/vhosts/yogya/public/ind/templates/Template_Ver2.1/html/pagination.php on line 135

Warning: Illegal string offset 'active' in /var/vhosts/yogya/public/ind/templates/Template_Ver2.1/html/pagination.php on line 129

Warning: Illegal string offset 'active' in /var/vhosts/yogya/public/ind/templates/Template_Ver2.1/html/pagination.php on line 135

Warning: Illegal string offset 'active' in /var/vhosts/yogya/public/ind/templates/Template_Ver2.1/html/pagination.php on line 129

Warning: Illegal string offset 'active' in /var/vhosts/yogya/public/ind/templates/Template_Ver2.1/html/pagination.php on line 135

Warning: Illegal string offset 'active' in /var/vhosts/yogya/public/ind/templates/Template_Ver2.1/html/pagination.php on line 129

Warning: Illegal string offset 'active' in /var/vhosts/yogya/public/ind/templates/Template_Ver2.1/html/pagination.php on line 135


JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL
wso shell indoXploit shell wso shell hacklink hacklink satışı hacklink satış deface mirror hacklink wso shell
Joomla Templates by JoomlaVision.com