Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Proquest
Aplikasi Balitbangtan
WBS
100 Teknologi
Tikus
benih jebol

Galeri Foto

Kalender Kegiatan

NOEVENTS

Pengendalian Penggerek Buah Kakao PDF Cetak E-mail
Oleh Administrator   
Kamis, 03 Juli 2014 14:08

Hama penggerek buah kakao (PBK) yang disebabkan oleh Conopomorpha cramerella (Snell) merupakan hama yang sangat merugikan karena dapat menurunkan produksi lebih dari 80% dan sulit dikendalikan. Gejala buah kakao yang diserang ialah dengan gejala masak awal, yaitu belang kuning hijau atau kuning jingga dan terdapat lubang gerekan bekas keluar larva. Pada saat buah dibelah biji-biji saling melekat dan berwarna kehitaman. Biji tidak berkembang dan ukurannya menjadi lebih kecil. Selain itu, buah jika digoyang tidak berbunyi.

Pengendalian PBK dapat dilakukan dengan metode kultur teknis, secara biologis/ hayati, dan kimiawi. Pengendalian PBK secara kultur teknis dilakukan dengan cara pemangkasan tajuk tanaman, sanitasi kebun, panen sering seminggu sekali, dan penyelubungan (sarungisasi) buah kakao. Pengendalian secara biologis atau hayati dilakukan dengan pemasangan feromon PBK (Fero-PBK) yaitu feromon sintetikyang digunakan untuk pengendalian hama PBK dan penggunaan jamur entomopatogen Beauveria bassiana dengan dosis 2 gram per  liter, menggunakan knapsack sprayer dengan volume semprot 250 ml/ph atau 250 l/ha. Pengendalian secara kimiawi menggunakan insektisida. Aplikasi insektisida kimia hanya dilakukan jika persentase serangan PBK dengan kategori serangan berat sudah mencapai 40%. Jenis insektisida yang digunakan dari golongan sintetik piretroid ialah: deltametrin (Decis 2,5 EC) dengan konsentrasi formulasi 0,5% dan fipronil (Regent 50 SC) dengan konsentrasi formulasi 0,3%. Penyemprotan sebaiknya dilakukan pada saat buah kakao sebagian besar berukuran panjang antara 8-10 cm.

Teknologi pengendalian penggerek buah kakao (PBK) pada tahun 2012 telah dilaksanakan di Kelompok Tani Andum Rezeki, Desa Banjarharjo, Kecamatan Kalibawang, Kabupaten Kulon Progo. Hasil pengkajian di Kabupaten Kulon Progo pada tahun 2012 menunjukkan persentase buah kakao sehat hasil panen dengan  pengendalian kebiasaan petani sebesar 56,10%, sedangkan hasil panen buah kakao sehat dengan teknologi pengendalian yang diperbaiki meningkat sebesar 81,25%.

LAST_UPDATED2
 
Joomla Templates by JoomlaVision.com
instagram takipçi hilesi hacklink c99 shell Google