Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Proquest
Aplikasi Balitbangtan
PPID Kementan
100 Teknologi
WBS
benih jebol

Galeri Foto

Kalender Kegiatan

NOEVENTS

Aplikasi Zeolit untuk Peningkatan Produktivitas Sayuran di Lahan Pasir PDF Cetak E-mail
Oleh Administrator   
Kamis, 03 Juli 2014 09:48

Ketersediaan batuan zeolit di Daerah Istimewa Yogyakarta sangat melimpah dan tersebar di wilayah Kabupaten Gunungkidul, sekitar perbukitan Batur Agung, meliputi Kecamatan Gedangsari (Desa Hargomulyo, Watugajah, Mertelu, dan Tegalrejo) dan Kecamatan Ngawen (Desa Tancep). Jumlah cadangan mineral zeolit untuk seluruh wilayah Gunungkidul tercatat sekitar 55.000.000 m3.

Penggunaan zeolit dapat meningkatkan efisiensi pemupukan, kualitas lahan dan peningkatan kualitas produk. Penggunaan mineral zeolit di lahan pasir lereng Merapi dapat meningkatkan jumlah unsur K, Ca, Mg, Na, meningkatkan KTK tanah, dan serapan hara P pada tanaman sayuran. Aplikasi zeolit dilakukan dengan cara batuan tersebut ditumbuk dahulu sampai halus dan lolos ayakan berdiameter 2 mm. Selanjutkan, hasil ayakan dikeringkan di bawah sinar matahari. Butiran zeolit ditebarkan di lahan pasir secara merata bersamaan dengan pupuk dasar, selanjutnya ditutupi tanah kembali. Pemberiannya cukup dilakukan sekali saja per musim tanam. Takaran zeolit untuk tanaman sayuran adalah sebagai berikut. Mentimun dan semangka 1000 kg/ha/musim; bawang merah, bawang putih, bawang daun, wortel, cabai 850 kg/ha/musim; kubis, petsai, selada 750 kg/ha/ musim; kacang panjang, kacang kapri, buncis 600 kg/ha, ditambah pupuk organik (pupuk kandang) sebanyak 3 ton/ha/musim atau 300 kg/1000 m2 setelah pengolahan tanah. Tahap berikutnya dilakukan sesuai dengan prosedur budidaya tanaman sayuran pada umumnya dengan pemeliharaan dan penambahan pupuk anorganik susulan N dan K sesuai dengan rekomendasi pemupukan tiap-tiap komoditas sayuran.

Aplikasi mineral zeolit di tanah berpasir lereng Merapi, Kabupaten Sleman pada tahun 2011 menunjukkan adanya peningkatan serapan unsur fosfat sebesar 24,5%, KTK tanah sebesar 28,7%, dan kadar alkali tanah sekitar 31,9%. Hal ini mampu meningkatkan produksi cabe dari 4,15 t/ha menjadi 5,84 t/ha/musim dan sayuran buncis dari 15,3 t/ha menjadi 20,4 t/ha/ musim.

LAST_UPDATED2
 
wso shell indoXploit shell wso shell hacklink hacklink satışı hacklink satış deface mirror hacklink wso shell
Joomla Templates by JoomlaVision.com