Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Aplikasi Balitbangtan
WBS
benih jebol
PPID Kementan
Proquest
100 Teknologi

Galeri Foto

Kalender Kegiatan

NOEVENTS

Model Perbenihan Padi Melalui Pendekatan Pengelolaan Tanaman Terpadu PDF Cetak E-mail
Oleh Administrator   
Selasa, 17 Juni 2014 09:02

Pangan merupakan kebutuhan pokok masyarakat. Untuk menjamin ketersediaan pangan, diperlukan peningkatan produktivitas tanaman melalui inovasi teknologi pertanian. Pelandaian produksi padi akhir-akhir ini disebabkan, antara lain, oleh degradasi lahan sawah, sementara program intensifikasi padi tidak mengalami perbaikan. Selain itu, varietas unggul yang digunakan petani tidak dapat berproduksi lebih tinggi karena keterbatasankemampuan genetik tanaman. Upaya pemerintah dalam menghadapi kebutuhan benih tanaman pangan dan hortikultura ialah menunjuk Yogyakarta sebagai pusat perbenihan dan mempunyai dampak strategis yang bermanfaat dalam rangka penyediaan BUB  (benih unggul bermutu) berbasis kelompok tani.

Untuk mengatasi keterbatasan ketersediaan BUB dilakukan kegiatan rintisan usaha tani perbenihan padi di Desa Banaran, Kecamatan Galur, Kabupaten Kulon Progo dengan inovasi teknologi budidaya padi Cimelati dan rintisan kelembagaan perbenihan. pendekatan Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) yang diterapkan adalah penggunaan benih bermutu, tanam bibit umur muda (15- 18 hss) dan tanam iwir (1-2 bibit/lubang) serta penggunaan pupuk organik (2,5 t/ha).

Produksi padi Cimelati MT II 950 kg (7,14 t/ha GKP) lebih tinggi dibandingkan dengan varietas eksisting IR-64 (5,04 t/ha GKP). Analisis kelayakan usaha menunjukkan usaha cukup layak dengan nilai Benefit/Cost (B/C) 1,08, diperolehnya sertifikat benih kelas Extension Seed (ES) berlabel biru dan hasil panen diadopsi sebagai benih MT I 2008/2009 oleh dua kelompok tani di lingkup desa pada lahan seluas 50 ha.

Kelembagaan perbenihan padi di Desa Banaran dirancang dengan melibatkan subsistem hulu (penyedia input) yaitu penyedia saprodi (Balai Besar Padi/BB Padi Sukamandi, toko saprodi, unit penyedia pupuk organik), kelembagaan produksi (kelompok tani, kelompok penangkar benih, Gapoktan), kelembagaan hilir (penampung hasil/PT. Sang Hyang Sri), dan kelembagaan penunjang (institusi Litbang, Balai Penyuluhan Pertanian, Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih). Dengan sistem agribisnis yang utuh, kelembagaan kelompok penangkar benih dapat berkembang dan terbentuk Agro Industrial Pedesaan (AIP) dalam penyediaan benih padi bermutu.

LAST_UPDATED2
 
wso shell indoXploit shell wso shell hacklink hacklink satışı hacklink satış deface mirror hacklink wso shell
Joomla Templates by JoomlaVision.com