Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
KRPL
banner2
UPBS BP2TP
Tikus
Pengenalan Ayam KUB
e-Produk

Galeri Foto

Pengkajian Sistem Usahatani Integrasi Tanaman – Ternak di Agroekosistem Lahan Kering PDF Cetak E-mail
Oleh Administrator   
Selasa, 09 November 2010 15:05
Pengkajian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas tanaman pangan dan ternak sapi potong di kawasan lahan kering melalui penerapan sistem usahatani tumpangsari palawija – rumput hermada di agroekosistem lahan kering dan meningkatkan ketersediaan dan kualitas pakan ternak sapi potong melalui sistem pengolahan pakan lokal berbasis limbah pertanian sebagai pakan lengkap (complete feed). Pengkajian dilaksanakan dengan metode penelitian on farm. Lokasi unit pengkajian di Kabupaten Gunungkidul, dan Bantul. Pelaksanaan pengkajian digunakan pendekatan sistem usahatani yang dilaksanakan oleh suatu tim yang bersifat multidisipliner dan kemitraan antara peneliti-penyuluh-petani. Tahapan pengkajian : 1) Studi diagnostik wilayah. 2) Rekayasa teknologi dan pengkajian penerapan teknologi. 3) Studi adopsi teknologi. 4) Studi dampak pengkajian. Pengamatan dilakukan terhadap perubahan-perubahan pada produktivitas dan perkembangan petani sebagai akibat pengkajian. Sistem pola tanam tumpangsari kacang tanah - ubi kayu – rumput hermada di lahan kering dengan jarak tanaman rumput hermada adalah 40 cm x 60 cm dengan 100 kg pupuk urea ditambah 5 ton pupuk organik menunjukkan bahwa produksi malai rumput hermada dalam satu musim tanam mencapai 1.142 kg/ha. Pendapatan petani dari hasil penjualan malai setelah dikurangi biaya eksplisit sebesar Rp 3.732.000. Produksi jerami tanaman hermada pada panen pertama dan kedua dapat memproduksi sebanyak 29.920 kg, dapat mendukung kebutuhan hijuan pakan ternak sebanyak 3 – 5 ekor selama musim tanam. Usaha pemeliharaan sapi potong dengan pola pemberian ransum pakan lengkap (complete feed/CF) dengan bobot badan rata - rata 120 kg menunjukkan peningkatan bobot badan per hari ternak sapi potong setelah pemberian ransum complete feed (0,617 ± 0,042 kg/ekor/hari) dan non complete feed/non CF (0,395 ± 0,1525 kg/ekor/hari). Pendapatan petani pada pola pemeliharaan CF sejumlah Rp 2.457.420 dan non CF sejumlah Rp 3.298.330. Keuntungan yang diperoleh pada pola pemeliharaan CF sejumlah Rp 526.045 dan non CF sejumlah Rp 155.830 selama tiga bulan pemeliharaan. Nilai efisiensi menunjukkan bahwa usaha ternak sapi potong dengan pola pemeliharaan dengan pemberian ransum complete feed sebanyak 3% bobot badan dengan B/C = 2,09 sedangkan pola pemeliharaan non complete feed dengan B/C = 0,45. Oleh karena itu pemanfaatan limbah pertanian dan pakan lokal alternatif sebagai ransum complete feed ternak sapi potong dapat direkomendasikan sebagai paket teknologi aplikatif.
 
Joomla Templates by JoomlaVision.com