Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
UPBS BP2TP
Tikus
Pengenalan Ayam KUB
e-Produk
KRPL
banner2

Galeri Foto

Tepung Mocav Sebagai Alternatif Pengganti Tepung Terigu PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Suharno   
Selasa, 31 Januari 2012 11:02
Ubi kayu (Manihot Esculenta ) merupakan Tepung Mocav Sebagai Alternatif Pengganti Tepung Terigusumber bahan baku pangan maupun pakan ternak yang banyak diusahakan di Kabupaten Gunungkidul, selain dikonsumsi dalam bentuk segar ubi kayu juga dipasarkan dalam bentuk olahan (gaplek) sebagai bahan baku industri maupun sebagai komoditas ekspor. Luas panen ubi kayu di Gunungkidul mencapai 48.848 ha, dengan tingkat produktivitas 11,9 ton/ha. Ubi kayu dibudidayakan masyarakat Gunungkidul secara tumpang sari dengan tanaman pangan lainnya seperti jagung dan kacang tanah.

Produk ubi kayu antara lain berupa gaplek, tepung casafa, tapioka dan mocaf mempunyai pangsa pasar yang berbeda, gaplek lebih banyak digunakan oleh industri pakan ternak, sementara tepung casafa, taipoka dan mocaf digunakan untuk industri. Tepung mocaf akhir-akhir ini menjadi salah satu produk ubi kayu yang banyak diusahakan sebagai bahan baku dalam industri pangan. Tepung mocaf mempunyai karakteristik yang berbeda dengan tepung umbi-umbian lainnya, karena tepung mocaf dibuat melalui proses fermentasi yang akan menghasilkan tepung kasafa termodifikasi secara biologis atau tepung kasafa Bimo (Biology modified cassava flour / Bimo-CF) yang mempunyai karakteristik tekstur produk olahannya lebih halus lebih mekar dan tidak bebrabu singkong yang hampir menyamai karakteristik tepung terigu (Suismono et al. 2007).

Peluang pemanfaatan tepung ubikayu sebagai bahan baku berbagai produk olahan pangan seperti halnya pangan berbahan baku terigu sangat terbuka lebar. Terigu sebagai bahan baku olahan pangan pengadaannya masih impor sehingga menyebabkan harganya sangat fluktuatif tajam seperti pada saat krisis ekonomi tahun 2008 menyebabkan harga terigu ditingkat konsumen mencapai Rp 8000 – 11000/kg. Tepung mocaf berbahan baku pada produk pertanian lokal mempunyai peluang untuk dimanfaatkan sebagai bahan baku produk olahan pangan yang mampu mensubtitusi tepung terigu bahkan untuk produk pangan tertentu dapat menggantikan terigu sampai 100%. Pengembangan tepung mocaf yang dilakukan oleh kelompok tani yang tergabung dalam UP FMA desa Kemiri, kecamatan Tanjungsasi, Kabupaten Gunungkidul sudah berjalan selama dua tahun. Kemampuan berproduksi tepung mocav di kelompok ini baru mencapai 125 kg/bulan dengan kualitas masih dibawah standar dengan harga jual antara Rp 4000 – 5500/kg.

Untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produk tepung mocaf terus dilakukan dengan berbagai pelatihan baik yang diinisiasi oleh UP FMA sendiri maupun dengan Institusi terkait. Melalui kegiatan FEATI BPTP Yogyakarta bekerjasama dengan UP FMA telah melakukan kegiatan demonstrasi inovasi teknologi yang lebih menekankan pada kegiatan budidaya ubi kayu dengan introduksi varietas unggul ubi kayu dan pasca panen pembuatan mocaf dan produk turunannya. Untuk meningkatkan mutu produk digunakan starter produk Badan Litbang Pertanian dengan Bimo-CF.
LAST_UPDATED2
 
Joomla Templates by JoomlaVision.com