Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
WBS
benih jebol
PPID Kementan
Proquest
Aplikasi Balitbangtan
100 Teknologi

Galeri Foto

Kalender Kegiatan

NOEVENTS

Menjelang Lebaran Petani Wareng Gunungkidul Bisa Panen Padi IP 200 PDF Cetak E-mail
Oleh Suharno   
Kamis, 07 Juni 2018 21:38

Panen padi IP 200 dalam awal musim kemarau 2018 sebagai hasil introduksi penerapan inovasi teknologi untuk peningkatan Indek pertananan (IP) dilaksanakan para petani  yang tergabung dalam P3A Tirto Mulyo di Bulak Lor Polaman dan Kelompok Tani Mudo Widodo di Bulak Sambisongo Desa Wareng, Wonosari Gunungkidul. Panen padi diawali bersama Kepala Dinas Pertanian Gunungkidul, BPP Wonosari, Danramil Wonosari, dan BPTP Yogyakarta pada hari Selasa (5/6/2018).

Petani tampak gembira di saat menjelang lebaran bisa panen padi sekaligus mendapat tambahan stok pakan ternak yang biasanya mereka beli. Hasil sementara, provitas yang diperoleh dari varietas Inpari 31 sebesar 4,1 ton per hektar sedang varietas Inpari 43 sebesar 4,8 ton per hektar gabah kering giling (GKG).


Kelompok tani P3A Tirto Mulyo di Bulak Polaman Lor Desa Wareng Wonosari Gunungkidul tahun 2018 ini merupakan tahun kedua dapat panen padi di musim tanam II  melalui kegiatan peningkatan Indeks Panen Padi yang dilakukan BPTP Yogyakarta sedangkan untuk panen padi IP 200 di Bulak Sambisongo,  Desa Wareng adalah yang pertama kali.

Panen tahun 2018 berbeda dengan tahun sebelumnya, karena pada saat tanaman berbunga kekurangan air karena musim kemarau tahun ini lebih awal dari tahun sebelumnya sehingga perlu adanya irigasi tambahan dari sumber daya air lokal yang tersedia yaitu sumur ladang, sumur pompa, dan irigasi pompa dari embung Wareng.


Keberhasilan panen padi pada musim tanam II 2018 khususnya di daerah Wareng Wonosari Gunungkidul menurut  Ir. Mulyadi BPTP Yogyakarta disebabkan adanya pemanfaatan air untuk irigasi tambahan dari sumur ladang, sumur pompa dan embung di sekitar areal setempat yang dapat digunakan untuk menekan risiko kekeringan tanaman padi hingga menjelang panen padi.  Selain hasil gabah, petani juga memperoleh hasil jerami yang digunakan untuk pakan ternak sapi sehingga dapat mengurangi pengeluaran biaya untuk membeli pakan hijauan yang umumnya dilakukan petani pada musim kemarau.

Saat melakukan panen, Kepala Dinas Pertanian Ir. Bambang Wisnu Broto mengucapkan alhamdulilah bisa panen padi di musim kemarau dengan hasil ubinan mencapai 4,8 ton per hektar dengan varietas Inpari 43, Inpari 31 maupun varietas lainnya pada saat menjelang hari Raya Indul Fitri.  Namun Ir. Bambang Wisnu Broto, turut prihatin ada beberapa petani yang tidak dapat panen, beberapa petak tidak bisa panen disebabkan keterbatasan air. Walaupun tidak panen, petani  masih bisa memanfaatkan jerami yang tidak panen sebagai pakan ternak. Ke depan diupayakan dan dioptimalkan penyediaan air melalui fasilitasi irigasi perpipaan, sehingga akan mengoptimalkan lahan 10 hektar bisa panen dua kali secara penuh.

LAST_UPDATED2
 
wso shell indoXploit shell wso shell hacklink hacklink satışı hacklink satış deface mirror hacklink wso shell
Joomla Templates by JoomlaVision.com