Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
e-Produk
KRPL
banner2
UPBS BP2TP
Tikus
Pengenalan Ayam KUB

Galeri Foto

Dari Adaptasi Hingga Sidang Pelepasan Varietas Krisan PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Ir.Endang Wisnu W,M.Sc   
Senin, 09 Mei 2011 00:00
Potensi pasar bunga krisan semakin menggeliat, permintaan pasar baik dalam maupun luar negeri semakin meningkat setiap tahunnya. Selain sebagai bunga potong, krisan sebagai bunga pot juga semakin banyak penggemarnya. Dengan keindahan bentuk dan warna bunganya, krisanpun mulai marak bersanding dengan bunga-bunga lainnya dalam rangkaian dekorasi yang indah dan menawan.
 BPTP Yogyakarta menangkap peluang tersebut dengan merintis kegiatan pengkajian di bidang budidaya tanaman hias krisan yang telah dilakukan sejak tahun 2005 yaitu Pengkajian Adaptasi Tanaman Hias Bunga Potong di DI Yogyakarta. Berawal dari para petani di kawasan dataran medium Pakem, Kabupaten Sleman yang mempunyai kesadaran sama yaitu menginginkan wilayahnya berkembang, khususnya di bidang budidaya tanaman hias krisan, maka BPTP memprakarsai pembentukan kelompoktani baru dengan nama UDI MAKMUR atau yang lebih dikenal dengan sebutan KLANTUM. Kegiatan pengkajian tersebut dapat dikatakan berhasil/sukses, dimana areal pembangunan rumah plastik untuk penanaman komoditas krisan yang awalnya 120 m2, akhir tahun 2006 menjadi 1.700 m2 . Dari tahun ke tahun jumlah petani dan luas penanaman krisan pun semakin bertambah. Teknologi yang telah diterapkan oleh petani ternyata juga diminati oleh stakeholder (Diperta Kabupaten Sleman dan Diperta Propinsi DIY), yang ingin mengembangkan teknologi budidaya tanaman hias bunga potong krisan di kawasan dataran medium dan sekaligus mendukung keinginan PEMDA DIY sebagai ’seed center’ berbagai komoditas tanaman termasuk krisan. Kegiatan pengkajian yang dilakukan BPTP Yogyakarta tersebut masih terus dikembangkan dengan kegiatan produksi benih krisan.
Pada tahun anggaran 2010 dilakukan kegiatan Uji Multi Lokasi Krisan di Kabupaten Kulon Progo. Kegiatan tersebut dilakukan untuk mengatasi permasalahan kekurangan suplai bunga krisan, dimana produksi bunga krisan di wilayah Yogyakarta hanya mampu memasok 100 ikat/minggu atau sebesar 30% dari kebutuhan Pasar bunga Kotabaru Yogyakarta. Pada tahun anggaran yang sama juga telah dilakukan kegiatan pemuliaan partisipatif yang merupakan kerjasama BPTP Yogyakarta dengan Balai Penelitian Tanaman Hias (BALITHI) dan Dinas Pertanian Prop DIY. Kegiatan ini dilakukan dalam rangka mengatasi ketergantungan pada varietas krisan impor. Ketergantungan tersebut disebabkan karena terbatasnya keragaman genetik tanaman yang menjadi salah satu kendala utama dalam pemasaran bunga krisan. Selama ini upaya yang telah dilakukan untuk mengurangi ketergantungan tersebut adalah dengan menyediakan varietas unggul hasil pemuliaan di dalam negeri. Para pemulia Balithi sudah banyak menghasilkan klon-klon harapan krisan, namun belum adanya kesamaan persepsi antara pemulia dan pengguna menyebabkan varietas yang dihasilkan pemulia kadang-kadang tidak dapat diterima oleh pengguna, hal ini merupakan masalah dalam perakitan varietas baru. Oleh karena itu, dilakukan kegiatan pemuliaan partisipatif untuk mendapatkan varietas unggul yang sesuai dengan keinginan pengguna dan adaptif terhadap lingkungan spesifik. Melalui kegiatan kerjasama ini diharapkan akan diperoleh varietas unggul yang sesuai dengan keinginan pengguna dan adaptif terhadap lingkungan spesifik. Kegiatan ini berupa pemuliaan partisipatif klon-klon krisan terpilih hasil pemuliaan di Balithi diikuti dengan melakukan uji preferensi konsumen di Yogyakarta. Lokasi pengujian di Unit Pelayanan Teknis Daerah Balai Pengembangan Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura (UPTD-BPPTPH), Dusun Ngipiksari, Desa Hargobinangun, Kabupaten Sleman, pada elevasi 800 – 900 m dpl. Adapun kegiatannya meliputi :
A. Kegiatan teknis pemuliaan partisipatif Pelaksanaan teknis budidaya klon/galur harapan bunga potong krisan telah dilakukan di Greenhouse UPTD BPPTPH, Dusun Ngipiksari, Desa Hargobinangun, Kabupaten Sleman, pada elevasi 800 – 900 mdpl. Bahan genetik berupa benih penjenis (breeder seed) 10 (sepuluh ) klon/galur diperoleh BPTP Yogyakarta dari BALITHI Cipanas.
B. Pelaksanaan Preferensi Konsumen Uji preferensi konsumen terhadap 10 klon/galur tersebut, diilaksanakan bersamaan dengan ekspose/field day yang dilakukan di Greenhouse UPTD BPPTPH, Dusun Ngipiksari, Hargobinangun, Sleman pada tanggal 4 - 5 September 2010, dan
C. Pelaksanaan Kegiatan Pelepasan Varietas Dimulai dari penulisan draf pengajuan sidang pelepasan dan mengikuti sidang pelepasan varietas bunga potong krisan yang dilaksanakan akhir Desember tahun 2010. Sebanyak 6 (enam) calon varietas yang diusulkan, semuanya telah disetujui untuk dilepas. Dengan dilepasnya ke-6 varietas krisan tersebut telah menambah keragaman varietas krisan di Daerah Istimewa Yogyakarta yang diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada varietas krisan impor. Proses pelepasan varietas baru krisan, menjadi begitu istimewa, karena Gubenur DI Yogyakarta, Yang Mulia Sri Sultan Hamengku Buwono X berkenan memberi nama untuk ke-6 varietas tersebut, dimana nama-nama yang diberikan mempunyai makna dan arti yang dalam dan sangat indah. Adapun nama-nama varietas tersebut dan maknanya adalah sebagai berikut:

Ratnahapsari: Permata diantara para bidadariKusumasakti: Bunga yang sakti, melambangkan nuansa kekuasaan dan ambisiKusumaptria: Bunga kesatria yang memberikan suasana tenang dan nuansa wibawa



Sasikirana:
Sinar bulan yang melambangkan kemurnian dan kesucian tetapi tetap dalam nuansa keberanian

Cintamani:
Permata yang dapat memberikan apa yang dimint, dimana warna kuning simbol kebesaran
Kusumaswasti:
Bunga yang melambangkan kemaksuran, kebahagiaan dan prestise





Para peneliti dan penyuluh pengusul pelepasan varietas krisan adalah sebagai berikut:

No.
Nama
Alamat
Keterangan
1.
Ir. Kurnia Yuniarto, MP
Balithi Segunung
Peneliti
2.
Yadi Supriyadi, SP
Balithi Segunung
Peneliti
3.
Rika Meilasari, SP
Balithi Segunung
Peneliti
4.
Tri Martini, SP, M.Si
BPTP DI Yogyakarta
Peneliti
5.
Ir. Endang Wisnu W, M.Sc
BPTP DI Yogyakarta
Penyuluh

Pengembangan dari varietas krisan yang telah dilepas tersebut akan ditangani oleh Unit Pengelola Benih Sumber (UPBS) Balai Penelitian Tanaman Hias. Pemulia BALITHI akan menyerahkan paling sedikit 64 tanaman induk/varietas, yang selanjutnya akan diperbanyak secara kultur jaringan di laboratorium kultur jaringan UPBS BALITHI. Hasil perbanyakan secepatnya akan diaklimatisasi dan ditanam sebagai tanaman induk. Selanjutnya UPBS BALITHI akan memproduksi benih sumber calon varietas tersebut berdasarkan permintaan. Para pengguna yang ingin menggunakan varietas tersebut terlebih dahulu harus memesan minimal 1 bulan sebelum rencana penanaman. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Yogyakarta sebagai institusi Badan Litbang Pertanian di daerah akan menindaklanjuti pengembangn ke-6 varietas baru krisan tersebut dengan melakukan perbanyakan benih sebar melalui kegiatan MP3MI di Kabupaten Kulon Progo dan kegiatan Demplot Pengembangan Bunga Krisan di Kabupaten Sleman yang sedang dilaksanakan pada tahun anggaran 2011.
LAST_UPDATED2
 
Joomla Templates by JoomlaVision.com